Inter Permalukan Lazio di Olimpico

Inter Milan meraih kemenangan nyaman kala bertandang ke markas Lazio, Stadio Olimpico dalam lanjutan laga Serie A dini hari tadi. Dalam kemenangan 3-0 itu, dua gol Inter disumbangkan oleh penyerang andalan mereka, Mauro Icardi.

Tambahan tiga angka ini membawa tim besutan pelatih Luciano Spalletti itu naik ke posisi runner-up sementara dengan menggeser posisi dari Napoli. Baik Inter dan Napoli saat ini sama-sama mengantongi 22 poin dan tertinggal enam angka dari Juventus yang masih kokoh memimpin puncak klasemen sementara.

Kekalahan Lazio ini belum membuat posisi mereka tergeser dari empat besar klasemen. Akan tetapi, AC Milan berpeluang merebut posisi empat dari Lazio tersebut mengingat saat ini mereka masih memiliki satu pertandingan lebih banyak dari yang telah dimainkan oleh Lazio.

Meski bermain di kandang lawan, namun Inter langsung tampil agresif sejak menit pertama. Bahkan Inter mampu unggul dua gol dari Biancocelesti di 45 menit babak pertama.

Gol pertama Inter hadir di menit ke-28 melalui Icardi. Gelandang Inter, Marcelo Brozovic sukses menggandakan keunggulan timnya di empat menit terakhir sebelum turun minum melalui golnya. Skor 2-0 ini bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, permainan Lazio tidak terlihat berkembang. Meski sang pelatih, Simone Inzaghi telah melakukan beberapa pergantian strategi, namun hal tersebut belum cukup untuk membuat permainan Lazio semakin baik.

Petaka justru kembali hadir bagi tuan rumah di menit ke-70 usai Inter kembali memperlebar jarak dengan gol kedua yang dihasilkan oleh Icardi. Gol ini hadir lewat kerjasama apik yang diperlihatkan oleh penyerang asal Argentina itu dengan Borja Valero. Unggul tiga gol membuat skuat Inter semakin nyaman bermain di sisa waktu pertandingan.

Meski terus berusaha mencari gol hiburan di 20 menit terakhir, namun usaha Lazio tidak membuahkan hasil dan skor 3-0 ini pun bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

El Clasico Tetap Penuh Gengsi Tanpa Messi dan Ronaldo

El Clasico Tetap Penuh Gengsi Tanpa Messi dan Ronaldo

Laga bigmatch akan tersaji dalam ajang La Liga malam nanti saat Barcelona dan Real Madrid saling duel di laga bertajuk El Clasico di Camp Nou.

Pertandingan nanti akan menjadi laga El Clasico pertama tanpa kehadiran dua pemain terbaik dunia selama satu dekade terakhir yakni Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi. Seperti diketahui, Ronaldo telah hengkang ke Juventus musim panas lalu dan Messi akan absen dipertandingan nanti karena mengalami cedera patah tangan.

Meski tanpa kehadiran Ronaldo dan Messi, namun gengsi pertandingan tersebut tidak akan menunrun sama sekali. Apalagi saat ini kedua tim tengah mengincar kemenangan di laga tersebut setelah keduanya tampil inkonsisten di awal musim ini.

“Madrid memang tengah berada di periode buruk saat ini, namun hal tersebut hanya akan menjadikan mereka semakin berbahaya di pertandingan nanti. Mereka akan berupaya keras meraih hasil terbaik guna menunjukkan kekuatan yang mereka miliki karena mereka dipenuhi oleh pemain-pemain berkualitas,” ucap pelatih Barcelona, Ernesto Valverde.

Barcelona sendiri tengah mengusung ambisi untuk bisa menaklukkan sang rival di pertandingan nanti menyusul kegagalan Blaugrana menekuk Real Madrid dalam tiga pertemuan terakhir di Camp Nou. Andai kembali gagal meraih tiga angka penuh di pertandingan tersebut, maka itu akan menjadi rekor terburuk Barcelona saat menjamu sang rival di kandang.

Barcelona diyakini masih akan tetap mengandalkan formasi 4-3-3. Rafinha Alcantara kemungkinan akan kembali dipercaya untuk tampil mengisi posisi yang ditinggalkan oleh Messi. Peran tersebut sukses dijalankan dengan baik oleh Rafinha kala membawa Barcelona menekuk Inter Milan di ajang Liga Champions tengah pekan lalu.

Kondisi lebih genting dirasakan oleh Real Madrid setelah gagal meraih kemenangan dalam empat pertandingan terakhir La Liga. Selain ingin menjadikan laga ini sebagai momen kebangkitan, nasib pelatih Madrid, Julen Lopetegui juga dipercaya akan ditentukan melalui hasil pertandingan nanti.

Pihak media di Spanyol meyakini bahwa pemecatan akan dialami oleh Lopetegui andai kembali menelan kekalahan di pertandingan ini meski tengah pekan lalu dirinya mampu membawa Madrid meraih kemenangan di ajang Liga Champions.

“Kami akan berupaya mendapatkan kemenangan untuk kami, klub dan juga Lopetegui. Kami menginginkan dirinya bertahan bersama dengan kami meski itu bukanlah hal yang bisa kami putuskan. Hasil buruk yang kami terima seharusnya menjadi kesalahan dari pemain, ucap bek Madrid, Nacho Fernandez.

Madrid juga diyakini akan tampil dengan formasi 4-3-3 di pertandingan nanti. Kapten tim, Sergio Ramos diyakini akan memegang peran penting dipertandingan nanti. Pasalnya, selain diharapkan dapat membangun tembok kokoh di lini belakang, Ramos juga tercatat sebagai pemain yang paling sering menciptakan gol melalui sundulan di laga El Clasico dengan koleksi empat gol.

Pertandingan nanti diprediksi akan tetap berlangsung secara ketat dan panas seperti laga-laga El Clasico sebelumnya. Namun melihat performa dari Madrid akhir-akhir ini, maka kemenangan tampak jelas akan berada di pihak Barcelona.

Blaise Matuidi Anggap Kylian Mbappe Pantas Raih Penghargaan Ballon d’Or 2018

Pemain Gelandang asal Juventus, Blaise Matuidi beranggapan bahwa Kylian Mbappe pantas mendapatkan penghargaan Ballon d’Or 2018. Matuidi percaya bahwa Mbappe akan berhasil memperoleh penghargaan bergengsi tersebut, apakah tahun ini ataupun pada masa mendatang nantinya.

Pemain berusia 19 tahun ini selalu tampil prima sepanjang tahun 2018. Mbappe berhasil membawa klub PSG (Paris Saint-Germain) meraih tiga kali juara pada musim lalu, yaitu Ligue 1, Coupe de la Ligue dan Coupe de France.

Pemain Gelandang asal Juventus, Blaise Matuidi beranggapan bahwa Kylian Mbappe pantas mendapatkan penghargaan Ballon d'Or 2018

Tidak hanya berada dilevel klub, penampilan terbaik dari Mbappe juga berlanjut saat dirinya melakukan pembelaan terhadap timnas Prancis. Dirinya berhasil mencetak empat gol. Selain itu dirinya juga turut membantu Les Blues meraih piala penghargaan Piala Dunia 2018.

Dengan performa terbaiknya sepanjang musim 2018 ini, Kylian Mbappe berhasil membawa piala penghargaan pemain termuda terbaik Piala Dunia 2018 dan FIFA FIFPro World XI 2018. Saat ini dirinya juga masuk dalam 30 nama nominator dalam ajang Ballon d’Or 2018.

Dalam ajang tersebut, Mbappe harus bersaing dengan nama-nama pemain terbaik seperti Luka Modric, Cristiano Ronaldo sampai dengan Lionel Messi.

Matuidi mengatakan, “Mbappe masuk dalam nominasi ajang Ballon d’Or 2018. Dirinya berhasil memperlihatkan bahwa dirinya ada pemain hebat walaupun usianya masih bisa dibilang masih muda. Apa yan telah dilakukan dan perlihatkan dilapangan sangatlah mengesankan”.

“Mbappe dipercaya memiliki segalanya untuk bisa memenangkan ajang Ballon d’Or tahun ini ataupun dimasa depan nantinya”, tutup Matuidi

Ballon d’Or: Ronaldo Lebih Unggul Dibandingkan Messi

Baru-baru ini France Football sudah merilis daftar 30 nama nominator untuk penghargaan Ballon d’Or 2018. Dua pesepakbola yang juga selalu menang dalam 10 tahun terakhit yaitu Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi juga kembali masuk menjadi nominator.

Ballon d’Or merupakan sebuah ajang penghargaan tertinggi di Eropa. Penghargaan ini diberikan kepada France Football setiap tahunnya semenjak tahun 1956.

Baru-baru ini France Football sudah merilis daftar 30 nama nominator untuk penghargaan Ballon d'Or 2018

Pemenang dipilih oleh ratusan jurnalis diseluruh dunia, dengan masing-masing satu perwakilan per negara sedangkan daftar nominasi ini disusun oleh staf editorial publikasi Perancis.

Saat France Football mengumumkan 30 daftar nama nominator Ballon d’Or 2018, nama Cristiano Ronaldo menjadi satu-satunya nama pemain yang sudah menjadi kandidat nominator penghargaan tersebut.

Ronaldo sudah masuk kedalam nominator ajang Ballon d’Or sebanyak 15 kali ditahun 2004 sampai 2018. Hal ini merupakan sebuah rekor tertinggi. Ronaldo dianggap unggul dari Lionel Messi.

Bintang timnas dari Argentina dan Barcelona ini berada diposisi kedua dengan memegang sebanyak 13 kali menjadi kandidat nominator penghargaan Ballon d’Or ditahun 2006 sampai 2018.

Untuk pemenang Ballon d’Or akan diumumkan pada tanggal 03 Desember di Paris, Perancis. Apakah kedua kandidat terhebat tersebut akan menjadi pemenang untuk keenam kalinya dan mencatat rekor baru lagi?

Tetapi perlu kita ketahui bahwa para nominator tahun ini memiliki beberapa kandidat favorite seperti Luca Modrid, Kylian M’Bappe dan Mohamed Salah. Ketiga nominator tersebut dinggap bisa mematahkan dominasi untuk kemanangan dari Messi dan Ronalda dalam 10 tahun terakhir

 

Performa Gemilang Romelu Lukaku Bela Timnas Belgia

Sabtu, 13 Oktober 2018, Laga timnas Belgia vs Swiss berakhir dengan skor 2 Р1 dalam laga lanjutan Group 2 UEFA Nations League 2018, di Stadion King Baudouin dini hari. Hasil tersebut membuat timnas Belgia memperoleh kemenangan. Dua gol dari timnas Belgia tersebut diselesaikan dengan apik oleh Romelu Lukaku.

Memasuki babak kedua, Mereka baru mulai unggul 1 – 0. Lukaku berhasil mencetak gol pertamanya dimenit ke – 58. Striker Manchester United tersebut berhasil membobol gawang yang dijaga oleh Sommer melalui tembakan kaki sebelah kiri setelah menerima umpan yang dilakukan oleh Thomas Munier.

Laga timnas Belgia vs Swiss berakhir dengan skor 2 - 1 dalam laga lanjutan Group 2 UEFA Nations League 2018

Dengan demikian membuat tim tuan rumah sementar menjadi unggul 1 – 0. Teringgal skor membuat Swiss memberikan reaksi positif dengan berhasil menyamai kedudukan mereka menjadi 1 -1.

Kali ini gol dari Swiss didapat dari umpan Micheal Lang yang berhasil dijadikan gol oleh Mario Gavranovic melalui tembak an dari jarak dekat dimenit ke – 76.

Tetapi skor tersebut tidaklah bisa bertahan lama karena Belgia berhasil unggul kembali dengan mencetak satu gol. Kali ini skor menjadi 2 – 0 dan gol tersebut dicetak kembali oleh Romelu Lukaku.

Gol Belgia didapati lewat pinalti dari tembakkan kaki kiri dengan memanfaatkan umpan yang datang dari Dries Mertens. Skor tersebut pun bertahan sampai dengan pertandingan selesai.

Kemenangan ini membuat Timnas Belgia menjadi kokoh diposisi puncak klasemen sementara Group 2 dengan berhasil mengumpulkan enam poin dari dua laga yang dijalani mereka.

Sedangkan dengan kekalahan ini membuat Swiss harus tertahan diperingkat kedua dengan berhasil mengumpulkan tiga poin diklasemen sementara Group 2.

Lothar Matthaus Beri Dukungan Kepada Nico Kovac

Lothar Matthaus, legenda asal Bayern Munchen ini memberikan dukungan penug kepada Niko Kovac, pelatih asal Bayern Munchen. Dirinya percaya bahwa pria berkebangsaan Kroasia itu akan mampu mengembalikan keadaan di Allianz Arena.

Bayern Munchen dalam empat laga terakhir yang dijalani dalam semua kompetisi tidak pernah memperoleh kemenangan. Laga terakhir yang dijalani oleh Jerome Boateng dkk juga tidak membuahkan hasil yang manis.

Lothar Matthaus, legenda asal Bayern Munchen ini memberikan dukungan penug kepada Niko Kovac, pelatih asal Bayern Munchen

Bayern Munchen harus tumbang ditangan Borussia Monchengladbach dengan skor akhir 0 – 3. Padahal laga tersebut mereka jalani di markas sendiri, Allian Arena.

Dengan kekalahan tersebut membuat Bayern Munchen harus turun keposisi keenam diklasemen sementara Bundesliga. Mereka baru berhasil mengumpulkan 13 poin dari tujuh laga yang dijalani mereka. Mereka tertinggal empat angka dari Borussia Dortmund diklasemen tersebut.

Dengan perolehan tersebut membuat Kovac berada dalam tekanan. Walaupun demikian, Matthaus beranggapan bahwa keterpurukkan tersebut merupakan sebuah kesalahan dari tim manajemen yang tidak meremajakan skuat tersebut.

Dilansir oleh media Soccerway, Matthaus mengatakan, “Kova adalah sosok pria yang sangat ambisius dengan rencananya sendiri. Dirinya adalah orang yang tepat untuk bisa membalikkan keadaan. Keterpurukkan ini juga merupakan tanggung jawa dari pemain dan manajemen klub “.

Sampai sejauh ini, kepelatihan Kovac untuk memanage tim Bayern Munchen sudah dilakukannya dengan baik. Dirinya sudah memimpin Munchen dalam 11 laga dan hasilnya mereka berhasil memperoleh tujuh kali kemenangan, dua kali hasil imbang dan mengalami dua kali kekalahan.

Leonardo Bonucci Ingin Menjadi Pelatih Bionconeri

Leonardo Bonucci, bek asal Juventus mengakui bahwa dirinya memiliki keinginan untuk bisa menjadi pelatih dari klubnya, Bianconeri. Hal tersebut bukanlah sekarang melainkan pada suatu saat nanti.

Bonycci mengungkapkan bahwa hal tersebut ingin dilakukannya karena peforma Juventus yang banyak memikat hari para penggemarnya.

Leonardo Bonucci, bek asal Juventus mengakui bahwa dirinya memiliki keinginan untuk bisa menjadi pelatih dari klubnya, Bianconeri

Walaupun baru memasuki usia berkepala tiga, Leonardo Bonucci sudah mulai memikirkan apa yang akan dilakukannya nanti setelah pensiun nanti. Dirinya mengaku ingin menjadi pelatih dari tim-tim besar seperti klub yang dibelanya saat ini.

Juventus memiliki peran besar dalam karir sepak bila Bonucci. Bersama dengan Giorgio Chiellini dan Andrea Barzagli, dirinya membentuk trio pertahanan yang membuat posisi lini serang lawan mereka menjadi kesulitan untuk membobol gawang.

Performa Bonucci sempat turun saat berkarir di AC Milan tetapi performa terbaiknya kembali saat berkarir di Juventus. Banyak pujian yang didapatinya karena performa apiknya saat kontra Valencia dalam laga liga Champions.

Sangat disayangkan dengan umurnya yang sudah mulai menua membuat dirinya hanya memiliki beberapa tahun lagi untuk menikmati masa kejayaannya bersama klub terakhirnya nanti.

Memang, mungkin masih terlalu cepat memikirkan hal tersebut dan apa yang akan dilakukan nantinya. Walaupun demikian, Bonucci mengaku sudah memiliki rencana kedepannya.

Sampai sejauh ini, Bonucci sudah berhasil mengkoleksi total gol sebanyak sembilan gol dari semua laga kompetisi yang dijalankannya.

Pujian Didier Deschamps terhadap Kylian Mbappe

Didier Deschamps, pelatih timnas asal Prancis memberikan pujian kepada Kylian Mbappe sebagai pemain terbaik yang memiliki kemampuan luar biasa. Diusianya saat ini, Deschamps beranggapan bahwa apa yan dilakukan oleh Mbappe merupakan sebuah hal yang tidak normal.

Deschamps sudah menjadi bahan pembicaraan saat PSG mulai meminangnya dengan harga 180 juta Euro dari As Monaco dimusim tahun 2017-2018 lalu. Mbappe kemudian selalu bersinar sampai sukses membawa Prancis menjadi Juara di Piala Dunia 2018.

Didier Deschamps, pelatih timnas asal Prancis memberikan pujian kepada Kylian Mbappe sebagai pemain terbaik yang memiliki kemampuan luar biasa

Pada ajang Piala Dunia 2018, Mbappe berhasil membobol gawang lawan sebanyak empat gol termasuk satu gol saat membobol gawang Kroasia dalam laga final. Mbappe akhirnya dinobatkan sebagai pemain terbaik dibabak akhir turnament.

Pada akhir pekan lalu, pesepak bola berusia 19 tahun ini kembali membuat sensasi. Mbappe berhasil mencetak empat gol lagi dan membantu PSG memperoleh kemenangan telak melawan Lyon dengan skor akhir 5 – 0 dala laga pertandingan Ligue 1.

Dalam ajang Ligue 1 ini Mbappe sudah berhasil mencetak delapan gol. Dengan beberapa prestasi yang diraih diusia muda  nya, Deschamps beranggapan bahwa Mbappe adalah pemain yang tidak normal yang tidak biasa dilakukan pesepak bola muda saat ini.

Tidak banyak pemain dengan usia tersebut yang memiliki kemampuan luar biasa seperti yang dilakukan oleh Mbappe yang berhasil mencetak total 13 gol di Ligue 1.

Deschamps sangat senang dengan apa yang sudah dicapai oleh Mbappe tetapi dirinya meminta untuk tetap rendah hati. Pelatih yang sudah memasuki usia kepala lima ini percaya bahwa Mbappe akan menjadi pemain yang lebih bagus dimasa depan.

Permintaan Maaf Pep Guardiola Kepada Gabriel Jesus

Pep Guardiola, eks pelatih dar Real Madrid ini melakukan permintaan maaf terhadap Gabriel Jesus setelah pertandingan melawan Liverpool. Guardiola menngaku kalau dirinya keliru karena tidak memberikan kesempatan kepada Jesus untuk bisa menjadi eksekutor saat Pinalti.

Manhester City gagal memperoleh kemenangan setelah berhasil ditahan imbang 0 – 0 dengan Liverpool. The Citizens mendapatkan hal pinalti dimenit ke-85 tetapi kepercayaan yang diberikan kepada Riyad Mahrez tidak membuahkan hasil.

Manhester City gagal memperoleh kemenangan setelah berhasil ditahan imbang 0 - 0 dengan Liverpool

Sebelum pinalti tersebut, Gabriel Jesus sempat meminta kepada Pep Guardiola untuk menjadi eksekutor pelatih tetapi permintaannya tersebut ditolak olehnya.

Guardiola mengatakan, “Gabriel Jesus sangat ingin memiliki kesempatan untuk bisa menjadi eksekutor pinalti tetapi saya tidak mengizinkanya oleh karena itu saya meminta maaf. Saya akan memberikan kesempatan kepadanya dilain kesempatan”,

“Kami biasanya memberikan kesempatan tersebut kepada Sergio karena dirinya adalah pemain utama kami tetapi dirinya harus ditarik keluar” ungkap Guardiola

Guardiola juga mengungkapkan bahwa hasil imbang kontra Liverpool merupakan hasil yang sangatlah pantas karena mengingat laga tersebut bukanlah sebuah laga yang mudah.

Saat laga tersebut berlangsung Manchester City membuat Liverpool tidak memiliki banyak peluang untuk membobol gawang.

Dengan hasil imbang yang diperoleh masih menempatkan The Citizens tetap berada diposisi puncak klasemen sementara Premier League. Manchester City dan Liverpool serta Chelsea sama-sama memperoleh 20 poin. Dan untuk Manchester City unggal dalam selesih gol.

Jurgen Klopp Berharap Kevin De Bruyne Tampil Bersama Manchester City

Jurgen Klopp, manajer sekaligu pelatih dari Liverpool ini sangat berharap jika Kevin De Bruyne tampil bersama dengan Manchester United pada laga dipekan kedelapan Premier League.

Untuk klop sendiri Laga yang akan dilaksanakan di Stadion Anfield pada Minggu (07/10/2018) malam WIB merupakan laga yang bagus dan De Bruyne harus ada kerena dirinya adalah pemain yang bagus

Jurgen Klopp, manajer sekaligu pelatih dari Liverpool ini sangat berharap jika Kevin De Bruyne tampil bersama dengan Manchester United

Gelandang timnas asal Belgia ini mengalami Cedera pada lutut kananya saat melakukan sesi latihan bersama dengan City pada 15 Agustus 2018. Dengan cedera tersebut mengharuskan De Bruyne harus menepi dan beristirahat sampa bulan Desember 2018.

Walaupun demikian, Bruyne tidak harus menjalanlan operasi untuk bisa mengembalikan kondisinya. Dengan mengikuti beberapa latihan semejak awal pekan ini, Bruyne pun dikabarkan memiliki peluang untuk bisa kembali ke tim guna memperkuat Manchester City saat berhadapan dengan Liverpool.

Jurgen Klopp mengatakan, “untuk saat ini 100% saya ingin Kevin De Bruyne bemain. Saya sangat menyukai dia sebagai seorang pemain. Semuanya baik itu bakat, keterampilan dan sikap serta cara dia mengambil keputusan merupakan hal-hal yang saya suka dari dirinya”.

Kevin De Bruyen merupakan sosok penting dalam lini tengah Manchester City. Sampai sejauh ini, dirinya sudah berhasil memperoleh 35 gol dan 57 assist dari 143 laga yang dijalankannya. De Bruyne juga turut berpartisi dalam membantu Manchester City memperolej tiga kali gelar juara termasuk trofi penghargaan Premier League dimusim lalu.