situspokerterbaik.net

Sejarah Kloning Dalam Ilmu Kedokteran

Sejarah Kloning Dalam Ilmu Kedokteran

Semua orang tentu pernah mendengar istilah Kloning. Kloning sendiri merupakan suatu proses yang dilakukan untuk membentuk organisme baru dengan secara aseksual dengan proses pemindahan materi genetik.

Dalam ilmu kedokteran, Kloning sendiri merupakan salah satu terobosan paling besar sepanjang sejarah dalam dunia sains dan medis. Meski demikian, Banyak opini kontroversial seputar kloning itu sendiri.

Sejarah mencatat proses semi-kloning pertama dilakukan terhadap salamander newt pada tahun 1914. Sejak saat itu, Proses ini terus di kembangkan hingga akhirnya pada tahun 1996, Wilmut berhasil mengkloning seekor domba bernama Dolly dan mencetuskan kloning manusia pada tahun 2000-an.

Hingga saat ini, Proses kloning sendiri masih terus dikembangkan dengan harapan suatu saat nanti ilmuwan benar-benar bisa mengkloning manusia. Namun pertanyaan yang mungkin ada di benak semua orang adalah apakah kloning merupakan proses yang benar untuk dilakukan terhadap manusia?

Opini pro dan kontra terhadap kloning sendiri sudah ada sejak lama. Sejauh ini, kloning terbagi menjadi tiga kategori diantaranya:

Jika kita melihat dari sisi positif teknik pengkloningan, Kloning hewan bisa dimanfaatkan untuk menciptakan kembali hewan sejenis yang sama sehingga bisa menghasilkan keturunan dengan ras dan kualitas yang sama.

Kloning juga bisa menjadi salah satu cara mencegah terjadinya kepunahan terhadap berbagai makhluk hidup di dunia ini yang tengah terancam kepunahan. Tidak hanya itu saja, Bahkan kloning bisa menjadi cara untuk menghadirkan kembali makhluk hidup yang telah punah berjuta-juta tahun yang lalu.

Namun jika kita dari sisi negatifnya, Kloning juga dapat merugikan berbagai hal seperti secara fisik kloning hewan akan mempengaruhi makanan dan obat-obatan yang kita konsumsi selama ini serta menyangkut aspek moral.

Selain itu, Efek dari hasil kloning organisme juga dapat meminculkan masalah baru seperti kelainan dalam materi genetik dan kemunculan organisme baru yang bisa merusak keseimbangan ekosistem yang sudah ada seperti saat ini.