Gagal Rekrut Jorginho, Guardiola Tetap Mendapatkan Pemain Lain Yang Sepadan

Manajer asal Manchester City, Josep Guardiola memiliki keinginan untuk mengincara pemain asal Brasil, Jorginho tetapi keinginan tersebut harus kandas karena sang pemain lebih memilih Chelsea sebagai tempat perlabuhan selanjutnya.

Kedekatan dari sang manager asal Chelsea, Maurizio Sarri dengan Jorginho’lah yang menjadi pertimbangan. Walaupun demikian Guardiola tidak merasa kecewa karena masih mendapatkan pemain lain yang sepadan.

Manajer asal Manchester City, Josep Guardiola memiliki keinginan untuk mengincara pemain asal Brasil, Jorginho

Jorginho memang sudah menjadi incaran dari Manchester City sejak akhir musim lalu tetapi setelah melalui proses yang panjang, dirinya memutuskan untuk tidak jadi pindah ke City, Jorginho malah memilih untuk mengikuti jejak Sarri yang pindah ke Chelsea pada musim panas ini.

Saat itu, Guardiola mengakui bahwa pihaknya memang hampir mendapatkan kesempatan untuk medatangkan Jorginho tetapi sangat disayangkan ternyata pemain gelandang internasional asal Italia ini membatalkan keputusan tersebut dimenit – menit terakhir.

Guardiola juga akhirnya memutuskan untuk tidak menggaet satu pun gelandang tengah pada bursa transfer musim panas kemarin. Walaupun demikian, Guardiola tetap puas karena timnya masih memiliki pemain andal seperti Fernandinho diposisi lini tengah.

Guardiola benar-benar melayangkan pujian kepada Fernandinho karena performa apiknya disetiap laga yang ditunjukannya pada lini tengah Manchester City. Sang pelatih sangat bersyukur bisa memiliki pemain sekaliber seperti Fernandinho.

Guardiola mengakui bahwa hanya sedikit pemain diseluruh dunia yang mampu melakukan apa yang sudah pernah dilakukan oleh Fernandinho. Fernandinho merupakan pemain yang luar biasa.

Prediksi Manchester Derby Malam Ini

Ajang Premier League pekan ini akan melangsungkan partai bigmatch dengan mempertemukan dua tim sekota Manchester yakni Manchester City dan Manchester United. Derbi Manchester ini akan berlangsung di markas City yakni Etihad Stadium Minggu malam WIB.

City yang berstatus sebagai tuan rumah tentu difavoritkan untuk memenangi pertandingan nanti apalagi hingga 11 pekan pertama Premier League, The Citizen duduk nyaman di puncak klasemen dengan tanpa tersentuh satu kalipun kekalahan.

Situasi sebaliknya justru dirasakan oleh United yang tampil inkonsisten di awal musim ini sehingga membuat mereka tertahan di peringkat tujuh klasemen sementara dan harus tertinggal sembilan angka dari City saat ini.

Meski demikian, City tentu tetap harus mewaspadai ancaman yang bisa saja dihadirkan oleh United di pertandingan nanti. Apalagi, musim lalu United sukses menaklukkan tuan rumah dengan skor ketat 2-3 setelah sempat tertinggal dua gol di babak pertama.

“Kami menelan kekalahan di pertandingan musim lalu. Namun, setiap pertandingan merupakan sejarah dan babak baru. Meski demikian, kami sadar akan kekuatan yang dimiliki oleh United,” ucap Guardiola.

“Ketika mereka mampu tampil dominan dan menciptakan peluang, maka kemenangan akan mampu diraih dengan mudah oleh mereka. Selain itu, ketika Anda merasa bisa mendominasi permainan, mereka tetap bisa memberikan hukuman untuk Anda,” tambahnya.

“Mereka tetaplah Manchester United, bersama dengan Liverpool mereka adalah salah satu tim terbaik yang ada di sejarah pesepakbolaan Inggris. Semoga laga derbi ini akan menampilkan pertandingan yang bagus sehingga kita semua bisa menikmatinya,” tutup mantan juru taktik Barcelona tersebut.

Kedua tim juga sama-sama mengantongi hasil positif yang diraih di pertandingan Liga Champions tengah pekan lalu. JIka City berhasil menghajar Shakhtar Donetsk dengan skor telak 6-0, maka United sukses meraih kemenangan dramatis di kandang Juventus dengan skor 1-2.

“Jika kami harus selalu mengalami kebobolan terlebih dahulu, maka akan ada saatnya kami tidak bisa mencatatkan comeback. Jadi, kami harus yakin untuk tumbuh bukan hanya sekedar dari pendekatan. Karena jika melihat apa yang terjadi saat ini, maka sangat jelas bahwa tim tengah berada dalam fase untuk bertumbuh,” ujar Mourinho mengenai comeback hebat atas Juventus.

“Kami harus terus bertumbuh dalam segi kekompakan tim dan cara untuk memulai pertandingan. Saya berharap apa yang harus saya katakan ketika menghadapi Juventus tidak akan terus terjadi,” tambahnya.

Pep dipastikan masih belum bisa memaksimalkan tenaga dari Kevin De Bruyne di pertandingan nanti karena pemain asal Belgia itu masih harus menepi dalam jangka waktu yang cukup lama. Sementara di kubu United, saat ini Mourinho masih menanti kondisi terakhir penyerang utamanya yakni Romelu Lukaku yang telah absen dalam beberapa pertandingan terakhir United.

Melihat kondisi terkini kedua tim, maka pertandingan nanti diprediksi akan berjalan ketat dan hasil imbang sepertinya pantas diraih oleh kedua tim.

Prediksi skor: Manchester City 1-1 Manchester United

City Kesulitan Hadapi Tim Dengan Gaya Pragmatis

City Kesulitan Hadapi Tim Dengan Gaya Pragmatis

Musim kompetisi baru akan segera dimulai pada akhir pekan ini. Menyambut musim ini, manajer Manchester City, Pep Guardiola mengakui bahwa saat ini timnya masih kesulitan jika dihadapkan dengan tim yang bermain dengan gaya bertahan total.

Sepanjang musim lalu City memang memainkan sepakbola menyerang. Mereka sukses mencetak total 106 gol selama semusim dan berhasil keluar sebagai juara Premier League. Total gol tersebut merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah kompetisi paling elit di daratan Inggris tersebut.

Meski terlihat sangat berbahaya dalam melancarkan serangan, namun hal itu tidak serta merta membuat The Citizen selalu nyaman dalam menghadapi semua lawan-lawannya. Mereka kadang terlihat begitu kerepotan ketika harus bermain melawan tim yang bermain sangat jauh ke belakang.

Hal itu sebenarnya sangat wajar mengingat komposisi skuat yang tentu jauh tertinggal dari apa yang dimiliki oleh City. Permasalahan inilah yang saat ini tengah menjadi fokus utama dari Guardiola untuk dipecahkan nantinya.

“Kami tetap akan memainkan filosofi kami seperti sebelumnya. Namun kami memang mengalami masalah ketika menghadapi tim yang menerapkan strategi dengan lima bek. Saat itu penyerang mereka berada di posisi gelandang bertahan dan 10 pemain berada di wilayah belakang mereka,” ucap Guardiola.

“Kami terus mencari jalan untuk merusak sistem tersebut. Jika melawan tim-tim tersebut maka pertanyaannya adalah bagaimana kami akan bermain dan apa yang akan kami lakukan. Sebelum menjawab pertanyaan itu, hal utama yang harus saya ketahui adalah kualitas dari para pemain yang ada,” lanjutnya.

“Saya sudah tahu akan menghadapi situasi tersebut kembali. Namun saya juga tetap harus mengetahui bagaimana taktik yang akan mereka gunakan. Mereka mungkin saja mengandalkan pressing tinggi atau bermain dengan sangat dalam ataupun mengandalkan bola-bola panjang untuk menyerang balik ataupun dengan berusaha memenangkan ball possession. Semua akan berbeda dan inilah yang menarik dari sepakbola. Setiap pertandingan akan menawarkan hal yang berbeda pula,” tutup mantan pelatih Barcelona dan Bayern Munich itu.