Tidak Terima Kalah dari Juventus, Fans Inter Milan Berulah

Inter Milan harus menerima kekalahan dan mengakui keunggulan dari tuan rumah, Juventus. Inter harus tumbang kontra Juventus dengan skor akhir 1-0 lewat gol tunggal dari penyerang Juve, Mario Mandzukic.

Dengan kekalahan tersebut membuat Inter Milan harus tertinggal dari Juventus yang saat ini berada diposisi puncak klasemen sementara Serie A. Mereka terpaut 14 poin dari Bianconeri.

Inter Milan harus menerima kekalahan dan mengakui keunggulan dari tuan rumah, Juventus

Tidak hanya harus menerima kekalahan, Inter Milan masih bisa terkenan sanksi dari pengelola Serie A. Pasalnya Fans dari La Beneamata, Interisti melakukan sesuatu yang tidak menyenangkan di markas Juventus, Allianz Stadion.

Beradasarkan laporan dari La Gazzetta dello Sports, para penggemar dari Inter Milan membuat ulah dengan merusak kursi stadion, selain itu mereka juga merusak toilet dan menyerang para petugas Stadion yang sedang bertugas.

Kericuhan yang dibuat oleh fans-fans Inter, Interisti ini berawal dari sekelompok ultras dari Inter Milan yang dilarang masuk kestadion karena ada masalah dengan passpor mereka yang dimana nama dipassport dan nama di tiket berbeda.

Lantas mereka tidak senang, marah dan melakukan aksi protes. Sebagian dari para penggemar yang sudah masuk kestadion merusak kursi dan merusak toilet.

Tindakkan yang paling serius dilakukan oleh Interisti ini adalah adanya dugaan kalah seorang petugas keamanan wanita stadion didorong oleh seorang pria pendukung Inter Milan.

Hal tak terpuji ini tertangkap kamera dan polisi sudah melakukan tindakan indentifikasi dari pria tersebut tetapi kepolisian masih belum bisa menemukannya indentitas pelaku.

Persaingan AC Milan dan Juventus Untuk Mendapatkan Diego Godin

AC Milan sedang melakukan persaingan dengan Juventus untuk mendapatkan bek Atletico Madrid, Diego Godin. Dengan persaingan tersebut, AC Milan memiliki kans untuk bisa mendapatkan Godin dengan cara gratis.

Pemain asal Uruguay ini menjadi salah satu pemain bek yang bisa dibilang paling konsisten selama beberapa tahun terakhir. Godin juga dikabarkan menjadi incaran dari klub Manchester United pada musim panas lalu.

AC Milan sedang melakukan persaingan dengan Juventus untuk bisa mendapatkan bek asal Atletico Madrid, Diego Godin.

Godin dikabarkan sudah berada pada tahap penandatanganan kontrak baru tetapi ditolak olehnya. Seperti dilansir oleh Corriere dello Sport, Godin belum mencapai kesepakatan kontrak baru dengan Atletico yang akan berakhir pada akhir musim panas 2019 ini.

Sebenarnya klub Atletico sangat ingin menyerahkan kontrak baru untuk Godin tetapi situasi yang ada saat ini dimanfaatkan oleh AC Milan untuk merekrut Godin.

Dilain sisi, setelah berhasil memperkuat lini serang dengan mendatangkan Cristiano Ronaldo, Juventus dikabarkan akan menambahkan kekuatan pada posisi lini pertahanannya dengan ingin mendatangkan Godin guna mempertebal dinding pertahanan dari klub mereka.

Dilansir dari media dari Sport Italian, Juventus dikabarkan sduah mulai melakukan negosiasi untuk mendatangkan Godin. Mereka dikabarkan sudah mempersiapkan sebuah kontrak baru untuk bek timnas asal Uruguay.

Tetapi dibalik itu semua, salah satu faktor yang mampu menghambat Juvemtus untuk bisa mendapatkan Godin adalah masalah usianya. Bianconeri hanya memiliki satu bek tengah yang diisi oleh Daniele Rugani oleh karena itu Juventus merasa kalau mereka mungkin ingin mengisi posisi bek tersebut oleh pemain yang masih muda.

Leonardo Bonucci Ingin Menjadi Pelatih Bionconeri

Leonardo Bonucci, bek asal Juventus mengakui bahwa dirinya memiliki keinginan untuk bisa menjadi pelatih dari klubnya, Bianconeri. Hal tersebut bukanlah sekarang melainkan pada suatu saat nanti.

Bonycci mengungkapkan bahwa hal tersebut ingin dilakukannya karena peforma Juventus yang banyak memikat hari para penggemarnya.

Leonardo Bonucci, bek asal Juventus mengakui bahwa dirinya memiliki keinginan untuk bisa menjadi pelatih dari klubnya, Bianconeri

Walaupun baru memasuki usia berkepala tiga, Leonardo Bonucci sudah mulai memikirkan apa yang akan dilakukannya nanti setelah pensiun nanti. Dirinya mengaku ingin menjadi pelatih dari tim-tim besar seperti klub yang dibelanya saat ini.

Juventus memiliki peran besar dalam karir sepak bila Bonucci. Bersama dengan Giorgio Chiellini dan Andrea Barzagli, dirinya membentuk trio pertahanan yang membuat posisi lini serang lawan mereka menjadi kesulitan untuk membobol gawang.

Performa Bonucci sempat turun saat berkarir di AC Milan tetapi performa terbaiknya kembali saat berkarir di Juventus. Banyak pujian yang didapatinya karena performa apiknya saat kontra Valencia dalam laga liga Champions.

Sangat disayangkan dengan umurnya yang sudah mulai menua membuat dirinya hanya memiliki beberapa tahun lagi untuk menikmati masa kejayaannya bersama klub terakhirnya nanti.

Memang, mungkin masih terlalu cepat memikirkan hal tersebut dan apa yang akan dilakukan nantinya. Walaupun demikian, Bonucci mengaku sudah memiliki rencana kedepannya.

Sampai sejauh ini, Bonucci sudah berhasil mengkoleksi total gol sebanyak sembilan gol dari semua laga kompetisi yang dijalankannya.