Higuain Kalem Dengan Ejekan Yang Ditujukan Untuknya

Penyerang AC Milan, Gonzalo Higuain menjadi salah satu pemain yang paling disoroti dalam kekalahan 0-2 yang diterima oleh timnya dari Juventus. Bahkan penyerang asal Argentina itu mendapatkan ejekan usai kekalahan tersebut. Namun, hal itu ditanggapi dengan kalem oleh Higuain.

Higuain harus berhadapan dengan mantan klubnya Juventus di ajang Serie A di San Siro akhir pekan lalu. Selain gagal mengkonversi hadiah penalti yang ia dapatkan, Higuain juga harus rela mengakhiri laga lebih cepat setelah mendapatkan kartu merah dari wasit Paolo Mazzoleni. Kartu merah ini didapatkan oleh Higuain setelah dirinya melayangkan protes keras kepada sang pengadil lapangan.

Kartu merah yang diterima oleh Higuain tersebut akan memaksa dirinya untuk absen membela Milan dalam dua pertandingan ke depan.

Melihat performa yang ditunjukkan oleh Higuain dalam pertandingan tersebut, Striscia La Notizia yang biasa mengeluarkan pertunjukkan berita satir untuk pihak yang menjalani pekan buruk atau kekalahan memberikan penghargaan berupa Tapiro d’Oro untuk Higuain. Perlu diketahui, penghargaan ini seperti sebuah penghargaan ejekan yang ditujukan untuk Higuain.

“Musim lalu saya juga membawa penghargaan ini di Juventus dan usai penghargaan tersebut, saya mulai mencetak gol,” ungkap Higuain sambil tersenyum.

Pemain yang juga sempat memperkuat Napoli itu seakan mengenang kembali penghargaan tersebut yang ia dapatkan musim lalu usai Juventus ditaklukkan oleh Lazio.

“Semoga hal ini berjalan dengan baik seperti sebelumnya. Saya kira semua ini berjalan dengan baik untuk mereka dan begitupun juga untuk saya. Ini adalah karakter yang saya miliki,” tambahnya.

“Saya sangat senang dengan banyaknya dukungan dan cinta yang diberikan oleh fans Milan serta rekan-rekan setim saya. Inilah hal yang akan membuat Anda bangga,” tutup penyerang berusia 30 tahun tersebut.

Ronaldo Bantu Szczesny Bendung Penalti Higuain

Pujian patut diberikan kepada kiper Juventus, Wojciech Szczesny dalam kemenangan yang diraih oleh Bianconeri di San Siro akhir pekan lalu di ajang Serie A. Hal itu tak lepas dari kontribusi yang diberikan oleh mantan penjaga gawang Arsenal itu dengan menggagalkan eksekusi penalti dari penyerang Milan, Gonzalo Higuain. Selain Szczesny, Cristiano Ronaldo juga memiliki andil dalam kegagalan dari penalti Higuain tersebut.

AC Milan memang memiliki kans bagus menjelang akhir babak pertama di pertandingan melawan Juventus setelah wasit memberikan mereka hadiah tendangan penalti usai bek Juventus, Mehdi Benatia kedapatan melakukan handball di kotak penalti. Ini tentu menjadi peluang yang sangat bagus bagi Milan karena saat mendapatkan penalti, mereka tengah tertinggal dengan skor 0-1. Jadi, jika peluang ini bisa dikonversikan menjadi gol, maka itu mungkin saja akan mengubah alur dari jalannya pertandingan.

Beruntung bagi Juventus karena Szczesny sudah sangat mengenal Higuain yang sempat menjadi rekan setimnya di Juventus. Hal itu membuat dirinya sangat mengenal kebiasaan dari Higuain dalam mengeksekusi penalti. Selain itu, Ronaldo juga memberikan bisikan kepada Szczesny untuk melakukan lompatan lebih awal karena Higuain cenderung mengeksekusi penalti dengan sepakan keras. Terbukti, hal itu semua membuat Szczesny mampu menggagalkan penalti dari Higuain tersebut.

“Saya dan Higuain telah saling mengenal dengan sangat baik. Saya mengetahui bahwa dirinya terbiasa mengambil penalti dengan tendangan yang keras dan rendah. Beruntung, semua itu berjalan dengan sangat baik kali ini,” ucap Szczesny.

“Ronaldo menyarankan saya untuk melompat lebih cepat karena Higuain condong menendang bola dengan keras. Saya mengetahui hal tersebut dan melakukannya. Kami sukses mencetak gol lebih dulu, kemudian menurunkan tempo permainan dan itu semua merupakan strategi yang ingin kami lakukan,” tutup kiper asal Polandia tersebut.

Giroud Pastikan Chelsea Ke 32 Besar Liga Eropa

Wakil Premier League, Chelsea sukses menggenggam satu tiket ke babak 32 besar Europa League musim ini setelah dini hari tadi sukses meraih kemenangan tipis atas BATE Borisov. Gol kemenangan The Blues dilesakkan oleh mantan penyerang Arsenal, Olivier Giroud.

Manajer Chelsea, Maurizio Sarri melakukan rotasi di skuatnya dengan memainkan Giroud di lini depan. Sementara di lini tengah, Ruben Loftus-Cheek dan Ross Barkley kembali menjadi starter. Perombakan terbesar terjadi di lini belakang dengan mempercayakan kuartet Davide Zappacosta, Emerson, Gary Cahill, dan Andreas Christensen untuk mengisi posisi tersebut.

Chelsea langsung mendominasi pertandingan dengan keunggulan ball possesion berkat permainan umpan-umpan pendek yang mereka peragakan. Akan tetapi, mereka masih sulit untuk bisa membongkar lini belakang BATE.

Tak ingin malu di hadapan pendukung mereka sendiri, BATE membalas dengan sebuah serangan mengejutkan. Dzmitry Baha melepaskan tembakan keras dari jarak 20 meter ke gawang Kepa Arrizabalaga. Beruntung, tembakan pemain BATE tersebut hanya membentur mistar gawang Chelsea.

Setelah peluang tersebut, kedua tim semakin bersemangat melancarkan serangan ke lini belakang masing-masing tim. Namun, hingga berakhirnya 45 menit pertama tak ada satupun gol yang berhasil diciptakan oleh kedua tim.

Di awal babak kedua Chelsea langsung membuka skor melalui tandukan Giroud. Gol ini berawal dari umpan silang yang dilepaskan oleh Emerson dari sisi kiri penyerangan Chelsea. Sundulan penyerang asal Prancis itu melaju mulus ke gawang BATE. Skor 1-0 untuk keunggulan Chelsea.

Setelah gol itu, Chelsea semakin bersemangat untuk mencari gol tambahan. Meski terus mengurung lini belakang BATE, namun Chelsea kesulitan untuk menembus rapatnya pertahanan yang digalang oleh pemain-pemain BATE.

Untuk menambah ketajaman timnya, Sarri melakukan sejumlah pergantian dengan memasukkan Willian dan Mateo Kovacic untuk menggantikan posisi dari Eden Hazard serta Loftus-Cheek.

Meski kedua tim tetap berusaha mengincar gol tambahan, namun hingga pertandingan berakhir tak ada lagi gol yang tercipta. Tambahan tiga poin ini memastikan Chelsea melenggang ke babak 32 besar dengan mearih poin sempurna dari empat pertandingan pertama Europa League.

Ancelotti Sebut Laga Lawan PSG Akan Krusial Untuk Kedua Tim

Napoli akan kedatangan Paris Saint-Germain dalam lanjutan laga Liga Champions tengah pekan ini di matchday keempat Grup C di Stadion San Paolo. jelang pertandingan tersebut, pelatih Napoli, Carlo Ancelotti mengaku bahwa pertandingan nanti akan sangat krusial bagi kedua tim.

Ancelotti menilai bahwa tim manapun yang mampu meraup tiga angka penuh di pertandingan itu akan mampu melanggeng ke babak 16 besar. Meski di leg pertama mampu menahan imbang PSG di Paris, namun Ancelotti mengaku bahwa kans timnya untuk bisa meraih kemenangan di pertandingan nanti tidaklah terlalu besar.

Mantan pelatih PSG itu mengakui bahwa PSG saat ini memiliki pemain-pemain yang dapat mengubah hasil sebuah pertandingan secara individu sementara timnya tidak memiliki pemain seperti itu.

Satu-satunya cara Napoli untuk bisa meraih kemenangan menurut Ancelotti adalah tampil secara sempurna di pertandingan nanti. Tanpa hal itu, pelatih asal Italia itu mengaku akan sangat sulit bagi timnya untuk bisa menjungkalkan tim besutan Thomas Tuchel tersebut di San Paolo.

“Ini merupakan pertandingan yang sangat penting karena dapat menjadi penentu perjalanan kedua tim di Liga Champions musim ini. Kami berada di grup yang sangat sulit dimana terdapat PSG dan Liverpool. Jadi hasil nanti akan menentukan perjalanan kami di kompetisi ini dan saya kira hal tersebut juga berlaku untuk PSG saat ini,” ujar Ancelotti.

“Kami memerlukan performa tim yang sempurna untuk bisa mendapatkan tiga poin penuh. Kerjasama tim sangat kami butuhkan karena skuat kami tidak memiliki pemain-pemain luar biasa seperti yang ada di skuat PSG untuk saat ini,” tutup pelatih yang sukses meraih gelar Liga Champions bersama dengan AC Milan dan Real Madrid tersebut.

Gary Cahill Dibidik Klub Turki

Bek gaek milik Chelsea, Gary Cahill kabarnya menjadi salah satu pemain yang diincar oleh klub raksasa dari Turki yakni Galatasaray. Transfer ini akan coba diwujudkan oleh Galatasaray saat bursa transfer musim dingin resmi dibuka bulan Januari nanti.

Chelsea merekrut Cahill pada tahun 2011 silam dari Bolton Wanderers. Selama berkostum The Blues, pemain berusia 32 tahun itu tercatat telah tampil dalam 285 pertandingan di seluruh kompetisi. Meski sebelumnya selalu menjadi pilihan utama di jantung pertahanan Chelsea, kini posisi Cahill terlihat sudah mulai tergeser musim ini. Dibawah arahan Maurizio Sarri, Cahill saat ini baru tampil dalam tiga pertandingan dan hanya mencatatkan satu pertandingan di ajang Premier League saat ini.

Kontrak Cahill sendiri akan segera berakhir musim panas tahun depan. Jadi jika tidak ingin kehilangan sang pemain dengan status bebas transfer, maka Chelsea bisa melegonya ke klub lain bulan Januari nanti. Kemungkinan hengkangnya Cahill ini bahkan sempat dikonfirmasikan langsung oleh sang pemain. Ia sempat mengakui bahwa dirinya mungkin saja akan angkat kaki dari Stamford Bridge di awal tahun 2019 mendatang.

Melihat situasi Cahill tersebut, Galatasaray ingin memanfaatkannya untuk bisa memboyong dirinya ke kompetisi Liga Turki. Dengan kemampuan dan pengalaman Cahill selama memperkuat Chelsea, dirinya diharapkan akan bisa membangun tembok kokoh di lini belakang Galatasaray nantinya.

Meski telah menunjukkan minat serius untuk bisa memboyong Cahill ke Turki, namun langkah Galatasaray diyakini tidak akan berjalan dengan mudah. Pasalnya, West Ham United juga siap bersaing untuk bisa mendapatkan tanda tangan pemain asal Inggris tersebut. Selain menawarkan Cahill untuk terus berkompetisi di ajang Premier League, The Hammers sepertinya juga akan memberikan garansi satu tempat utama bagi Cahill andai sang bek tengah bersedia untuk memperkuat tim asal London itu musim dingin nanti.

Debut Solari Berjalan Manis

Real Madrid berhasil bangkit dari kekalahan memalukan yang diterima dari Barcelona akhir pekan lalu di ajang La Liga. Tampil di leg pertama melawan Melila di ajang Copa del Rey, Madrid berhasil menyegel kemenangan dengan skor telak 4-0.

Tampil di Estadio Alvarez Claro, Madrid tampil mendominasi sejak pertandingan di mulai. Sejumlah peluang emas langsung didapatkan oleh Madrid untuk bisa membuka keunggulan.

Namun, peluang-peluang yang didapat oleh Karim Benzema, Vinicius Junior, dan Dani Ceballos belum ada satupun yang membuahkan hasil. Gol pembuka baru hadir di menit ke-29 setelah Benzema sukses menuntaskan peluang yang ia dapatkan.

Memasuki menit-menit akhir babak pertama, Madrid sukses menggandakan keunggulan mereka setelah Marco Asensio sukses mencetak gol kedua Madrid. Skor 2-0 ini bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Madrid sama sekali tidak mengurangi tempo permainan dan terus menekan lini belakang Melila. Setelah beberapa peluang terbuang sia-sia, gol ketiga Madrid akhirnya hadir setelah Alvaro Odriozola sukses mencatatkan namanya di papan skor.

Menjelang pertandingan berakhir, pemain muda Madrid, Cristo Gonzalez sukses memberikan gol keempat kepada timnya. Usai gol tersebut tak ada lagi gol tambahan yang tercipta hingga peluit panjang dibunyikan.

Skor 4-0 ini tentu menjadi modal yang sangat baik bagi Madrid untuk melakoni pertandingan leg kedua nanti. Apalagi leg kedua nanti akan dihelat di markas Madrid yakni Santiago Bernabeu.

Hasil manis ini juga sekaligus menjadi awal perjalanan karir Santiago Solari sebagai manajer Real Madrid. Ya, dirinya memang baru saja ditunjuk sebagai manajer sementara Madrid usai pihak klub memutuskan untuk memecat Julen Lopetegui menyusul rentetan hasil minor yang diterima Los Merengues sepanjang bulan lalu.

Inter Permalukan Lazio di Olimpico

Inter Milan meraih kemenangan nyaman kala bertandang ke markas Lazio, Stadio Olimpico dalam lanjutan laga Serie A dini hari tadi. Dalam kemenangan 3-0 itu, dua gol Inter disumbangkan oleh penyerang andalan mereka, Mauro Icardi.

Tambahan tiga angka ini membawa tim besutan pelatih Luciano Spalletti itu naik ke posisi runner-up sementara dengan menggeser posisi dari Napoli. Baik Inter dan Napoli saat ini sama-sama mengantongi 22 poin dan tertinggal enam angka dari Juventus yang masih kokoh memimpin puncak klasemen sementara.

Kekalahan Lazio ini belum membuat posisi mereka tergeser dari empat besar klasemen. Akan tetapi, AC Milan berpeluang merebut posisi empat dari Lazio tersebut mengingat saat ini mereka masih memiliki satu pertandingan lebih banyak dari yang telah dimainkan oleh Lazio.

Meski bermain di kandang lawan, namun Inter langsung tampil agresif sejak menit pertama. Bahkan Inter mampu unggul dua gol dari Biancocelesti di 45 menit babak pertama.

Gol pertama Inter hadir di menit ke-28 melalui Icardi. Gelandang Inter, Marcelo Brozovic sukses menggandakan keunggulan timnya di empat menit terakhir sebelum turun minum melalui golnya. Skor 2-0 ini bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, permainan Lazio tidak terlihat berkembang. Meski sang pelatih, Simone Inzaghi telah melakukan beberapa pergantian strategi, namun hal tersebut belum cukup untuk membuat permainan Lazio semakin baik.

Petaka justru kembali hadir bagi tuan rumah di menit ke-70 usai Inter kembali memperlebar jarak dengan gol kedua yang dihasilkan oleh Icardi. Gol ini hadir lewat kerjasama apik yang diperlihatkan oleh penyerang asal Argentina itu dengan Borja Valero. Unggul tiga gol membuat skuat Inter semakin nyaman bermain di sisa waktu pertandingan.

Meski terus berusaha mencari gol hiburan di 20 menit terakhir, namun usaha Lazio tidak membuahkan hasil dan skor 3-0 ini pun bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

El Clasico Tetap Penuh Gengsi Tanpa Messi dan Ronaldo

El Clasico Tetap Penuh Gengsi Tanpa Messi dan Ronaldo

Laga bigmatch akan tersaji dalam ajang La Liga malam nanti saat Barcelona dan Real Madrid saling duel di laga bertajuk El Clasico di Camp Nou.

Pertandingan nanti akan menjadi laga El Clasico pertama tanpa kehadiran dua pemain terbaik dunia selama satu dekade terakhir yakni Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi. Seperti diketahui, Ronaldo telah hengkang ke Juventus musim panas lalu dan Messi akan absen dipertandingan nanti karena mengalami cedera patah tangan.

Meski tanpa kehadiran Ronaldo dan Messi, namun gengsi pertandingan tersebut tidak akan menunrun sama sekali. Apalagi saat ini kedua tim tengah mengincar kemenangan di laga tersebut setelah keduanya tampil inkonsisten di awal musim ini.

“Madrid memang tengah berada di periode buruk saat ini, namun hal tersebut hanya akan menjadikan mereka semakin berbahaya di pertandingan nanti. Mereka akan berupaya keras meraih hasil terbaik guna menunjukkan kekuatan yang mereka miliki karena mereka dipenuhi oleh pemain-pemain berkualitas,” ucap pelatih Barcelona, Ernesto Valverde.

Barcelona sendiri tengah mengusung ambisi untuk bisa menaklukkan sang rival di pertandingan nanti menyusul kegagalan Blaugrana menekuk Real Madrid dalam tiga pertemuan terakhir di Camp Nou. Andai kembali gagal meraih tiga angka penuh di pertandingan tersebut, maka itu akan menjadi rekor terburuk Barcelona saat menjamu sang rival di kandang.

Barcelona diyakini masih akan tetap mengandalkan formasi 4-3-3. Rafinha Alcantara kemungkinan akan kembali dipercaya untuk tampil mengisi posisi yang ditinggalkan oleh Messi. Peran tersebut sukses dijalankan dengan baik oleh Rafinha kala membawa Barcelona menekuk Inter Milan di ajang Liga Champions tengah pekan lalu.

Kondisi lebih genting dirasakan oleh Real Madrid setelah gagal meraih kemenangan dalam empat pertandingan terakhir La Liga. Selain ingin menjadikan laga ini sebagai momen kebangkitan, nasib pelatih Madrid, Julen Lopetegui juga dipercaya akan ditentukan melalui hasil pertandingan nanti.

Pihak media di Spanyol meyakini bahwa pemecatan akan dialami oleh Lopetegui andai kembali menelan kekalahan di pertandingan ini meski tengah pekan lalu dirinya mampu membawa Madrid meraih kemenangan di ajang Liga Champions.

“Kami akan berupaya mendapatkan kemenangan untuk kami, klub dan juga Lopetegui. Kami menginginkan dirinya bertahan bersama dengan kami meski itu bukanlah hal yang bisa kami putuskan. Hasil buruk yang kami terima seharusnya menjadi kesalahan dari pemain, ucap bek Madrid, Nacho Fernandez.

Madrid juga diyakini akan tampil dengan formasi 4-3-3 di pertandingan nanti. Kapten tim, Sergio Ramos diyakini akan memegang peran penting dipertandingan nanti. Pasalnya, selain diharapkan dapat membangun tembok kokoh di lini belakang, Ramos juga tercatat sebagai pemain yang paling sering menciptakan gol melalui sundulan di laga El Clasico dengan koleksi empat gol.

Pertandingan nanti diprediksi akan tetap berlangsung secara ketat dan panas seperti laga-laga El Clasico sebelumnya. Namun melihat performa dari Madrid akhir-akhir ini, maka kemenangan tampak jelas akan berada di pihak Barcelona.

Blaise Matuidi Anggap Kylian Mbappe Pantas Raih Penghargaan Ballon d’Or 2018

Pemain Gelandang asal Juventus, Blaise Matuidi beranggapan bahwa Kylian Mbappe pantas mendapatkan penghargaan Ballon d’Or 2018. Matuidi percaya bahwa Mbappe akan berhasil memperoleh penghargaan bergengsi tersebut, apakah tahun ini ataupun pada masa mendatang nantinya.

Pemain berusia 19 tahun ini selalu tampil prima sepanjang tahun 2018. Mbappe berhasil membawa klub PSG (Paris Saint-Germain) meraih tiga kali juara pada musim lalu, yaitu Ligue 1, Coupe de la Ligue dan Coupe de France.

Pemain Gelandang asal Juventus, Blaise Matuidi beranggapan bahwa Kylian Mbappe pantas mendapatkan penghargaan Ballon d'Or 2018

Tidak hanya berada dilevel klub, penampilan terbaik dari Mbappe juga berlanjut saat dirinya melakukan pembelaan terhadap timnas Prancis. Dirinya berhasil mencetak empat gol. Selain itu dirinya juga turut membantu Les Blues meraih piala penghargaan Piala Dunia 2018.

Dengan performa terbaiknya sepanjang musim 2018 ini, Kylian Mbappe berhasil membawa piala penghargaan pemain termuda terbaik Piala Dunia 2018 dan FIFA FIFPro World XI 2018. Saat ini dirinya juga masuk dalam 30 nama nominator dalam ajang Ballon d’Or 2018.

Dalam ajang tersebut, Mbappe harus bersaing dengan nama-nama pemain terbaik seperti Luka Modric, Cristiano Ronaldo sampai dengan Lionel Messi.

Matuidi mengatakan, “Mbappe masuk dalam nominasi ajang Ballon d’Or 2018. Dirinya berhasil memperlihatkan bahwa dirinya ada pemain hebat walaupun usianya masih bisa dibilang masih muda. Apa yan telah dilakukan dan perlihatkan dilapangan sangatlah mengesankan”.

“Mbappe dipercaya memiliki segalanya untuk bisa memenangkan ajang Ballon d’Or tahun ini ataupun dimasa depan nantinya”, tutup Matuidi

Ballon d’Or: Ronaldo Lebih Unggul Dibandingkan Messi

Baru-baru ini France Football sudah merilis daftar 30 nama nominator untuk penghargaan Ballon d’Or 2018. Dua pesepakbola yang juga selalu menang dalam 10 tahun terakhit yaitu Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi juga kembali masuk menjadi nominator.

Ballon d’Or merupakan sebuah ajang penghargaan tertinggi di Eropa. Penghargaan ini diberikan kepada France Football setiap tahunnya semenjak tahun 1956.

Baru-baru ini France Football sudah merilis daftar 30 nama nominator untuk penghargaan Ballon d'Or 2018

Pemenang dipilih oleh ratusan jurnalis diseluruh dunia, dengan masing-masing satu perwakilan per negara sedangkan daftar nominasi ini disusun oleh staf editorial publikasi Perancis.

Saat France Football mengumumkan 30 daftar nama nominator Ballon d’Or 2018, nama Cristiano Ronaldo menjadi satu-satunya nama pemain yang sudah menjadi kandidat nominator penghargaan tersebut.

Ronaldo sudah masuk kedalam nominator ajang Ballon d’Or sebanyak 15 kali ditahun 2004 sampai 2018. Hal ini merupakan sebuah rekor tertinggi. Ronaldo dianggap unggul dari Lionel Messi.

Bintang timnas dari Argentina dan Barcelona ini berada diposisi kedua dengan memegang sebanyak 13 kali menjadi kandidat nominator penghargaan Ballon d’Or ditahun 2006 sampai 2018.

Untuk pemenang Ballon d’Or akan diumumkan pada tanggal 03 Desember di Paris, Perancis. Apakah kedua kandidat terhebat tersebut akan menjadi pemenang untuk keenam kalinya dan mencatat rekor baru lagi?

Tetapi perlu kita ketahui bahwa para nominator tahun ini memiliki beberapa kandidat favorite seperti Luca Modrid, Kylian M’Bappe dan Mohamed Salah. Ketiga nominator tersebut dinggap bisa mematahkan dominasi untuk kemanangan dari Messi dan Ronalda dalam 10 tahun terakhir