Jadwal Belajar Bukan Penyebab Gangguan Jiwa Pada Anak

Jadwal Belajar Bukan Penyebab Gangguan Jiwa Pada Anak

 

Cukup banyak orang tua yang menekankan prestasi tinggi untuk anak-anak mereka. Untuk itu, anak-anak tersebut harus rela menghabiskan waktu mereka dengan mengikuti berbagai kegiatan les yang bisa menunjang prestasi mereka tersebut. Mengenai hal ini, banyak yang beranggapan bahwa hal tersebut bisa menjadi salah satu penyebab utama penyakit gangguan jiwa pada anak-anak. Lantas muncul pertanyaan benarkah hal tersebut menjadi faktor utama gangguan jiwa untuk anak?

Anna Surti seorang ahli Psikolog Anak dan Keluarga menegaskan bahwa hal tersebut tidak benar adanya. Ia memastikan bahwa padatnya jadwal belajar tidak akan membuat seorang anak sampai mengalami gangguan kejiwaan. Hal-hal yang paling mungkin terjadi pada anak-anak tersebut adalan merasa tertekan dan juga stress karena banyaknya materi yang harus dipelajari oleh mereka dengan begitu banyaknya jadwal les di luar.

“Anak yang menjalani banyaknya les tidak akan membuat mereka mengalami gangguan jiwa. Jika benar mereka mengalami gangguan jiwa, maka hal itu bukanlah karena padatnya waktu belajar yang mereka jalani. Hal itu mungkin saja karena adanya kekerasan yang dialami oleh mereka di tempat les yang telah berlangsung terus menerus dan dalam jangka waktu yang lama,” ujar Anna.

Gangguan jiwa pada anak-anak tidak berlangsung dengan waktu cepat, melainkan terbentuk dalam jangka waktu yang cukup lama.

Selain membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengguncang jiwa anak-anak, butuh hal yang juga berdampak sangat kuat bagi mereka. Salah satunya adalah tindakan kekerasan yang dialami oleh anak-anak dalam jangka waktu yang lama.

“Butuh hal atau pemicu yang sangat kuat dan dalam waktu cukup lama untuk bisa mengguncang jiwa anak dan menyebabkan gangguan jiwa,” tambah Anna.

Untuk itu, sebagai orang tua kita tidak perlu takut akan ancaman gangguan jiwa yang bisa dialami oleh anak akibat padatnya jadwal belajar. Namun, kita juga wajib memastikan bahwa pemicu yang kuat akan hal tersebut tidak pernah ada di tempat lesnya dan memastikan kesehatan anak-anak kita secara baik agar kita selalu tahu kondisi akan kesehatan mereka.

Tinggalkan Balasan