Prancis vs Argentina: Duel Dua Tim Unggulan

Prancis vs Argentina: Duel Dua Tim Unggulan

Laga seru langsung tersaji di laga pertama babak 16 besar Piala Dunia 2018 dengan mempertemukan Prancis melawan Argentina. Pertandingan kedua tim ini akan dilangsungkan di Kazan Arena malam nanti.

Baik Prancis dan Argentina sejatinya menjadi salah satu tim unggulan di ajang Piala Dunia 2018 ini. Hal itu terasa wajar jika melihat skuat yang ada di dua tim tersebut. Namun kedua tim itu harus langsung saling berhadapan di babak 16 besar guna memperebutkan satu tiket lolos ke babak perempatfinal.

Bentrok dini kedua tim ini tak lepas dari kegagalan Argentina mengamankan posisi juara grup D. Bahkan La Albiceleste nyaris tersingkir dini di babak fase grup setelah gagal meraih kemenangan di dua laga awal. Lionel Messi cs akhirnya mampu merebut satu tiket ke babak 16 besar setelah berhasil mengalahkan Nigeria di laga terakhir fase grup dengan skor tipis 2-1.

“Kami akan menghadapi tim dengan materi pemain-pemain hebat di dalamnya. Prancis menjadi salah satu tim favorit di turnamen kali ini dan untuk bisa memenangi laga nanti, maka kami harus bisa bermain dengan performa terbaik kami,” ucap pelatih Argentina, Jorge Sampaoli.

Posisi Sampaoli sempat terancam menyusul hasil imbang melawan Islandia dan kekalahan telak dari Kroasia di dua laga awal. Hasil itu kabarnya membuat Sampaoli kehilangan kendali di ruang ganti Argentina. Beruntung, di laga terakhir ia sukses memimpin timnya meraih kemenangan atas Nigeria yang mengamankan kelolosan mereka ke babak 16 besar. Usai pertandingan melawan Nigeria berakhir, terlihat kapten tim, Lionel Messi memberikan pelukan ke Sampaoli yang seolah ingin menegaskan bahwa tidak ada perpecahan sama sekali di dalam skuat Argentina.

“Saya sangat bangga dengan apa yang dilakukan oleh Leo selepas pertandingan. Ia tahu saya telah memberikan segalanya yang bisa saya berikan kepada pekerjaan saya ini. Kami memiliki mimpi yang sama di Rusia dan bertekad menghadirkan sesuatu hal penting untuk Argentina,” lanjutnya.

Sementara itu, meski sukses menyegel posisi sebagai juara grup dan memastikan tiket ke babak 16 besar dengan dua kemenangan awal di fase grup, performa Prancis masih sangat jauh dari kata mengesankan. Kemenangan tipis yang diraih dengan susah payah saat menghadapi Australia dan Peru menunjukkan hal tersebut.

Jelang pertandingan menghadapi Argentina nanti, pelatih Prancis, Didier Deschamps mengingatkan timnya akan ancaman yang bisa dihadirkan oleh Lionel Messi bagi timnya.

“Messi tetaplah Messi. Kami ingin terus menjaga dirinya dan menutup semua peluang untuk dirinya. Namun kami sangat paham bahwa ia bisa menghadirkan perubahan dengan kesempatan sedikit apapun atau sekecil apapun,” ungkap Deschamps.

Skuat utama Prancis akan kembali diturunkan dalam pertandingan ini setelah sempat diistirahatkan dalam pertandingan terakhir melawan Denmark di babak fase grup. Sementara Argentina diyakini akan mempertahankan skuat yang berhasil meraih kemenangan atas Nigeria. Jika melihat performa kedua tim di babka fase grup, maka Prancis lebih layak diunggulkan untuk bisa mengamankan tiket lolos ke babak berikutnya

Prediksi skor : Prancis 3-1 Argentina

Korsel Punya Penerus Park Ji-Sung

Korsel Punya Penerus Park Ji-Sung

Meski gagal membawa Korea Selatan melangkah jauh di Piala Dunia 2018 ini, namun jika melihat performa dari Son Heung-min banyak pihak yang meyakini bahwa Korea saat ini telah menemukan sosok penerus Park Ji-sung. Son begitu panggilan akrabnya diyakini akan memiliki karier yang gemilang ke depannya.

Korea memang harus tersingkir di babak fase grup dengan hanya mampu mengumpulkan tiga angka dari 3 pertandingan yang dijalani. Namun Son berhasil menorehkan dua gol untuk negaranya dari tiga gol yang berhasil dicetak oleh Korea dalam tiga pertandingan tersebut.

Son menorehkan gol pertama dirinya setelah berhasil membobol gawang Meksiko di pertandingan kedua di grup F. Sementara gol kedua dirinya ia ciptakan ke gawang Jerman saat memimpin negaranya menaklukkan sang juara bertahan dengan skor 2-0 di pertandingan ketiga fase grup.

“Kami berhasil menaklukkan juara bertahan dan itu merupakan sebuah mimpi bagi kami. Saya sangat bangga dengan apa yang telah dilakukan oleh skuat ini,” ucap Son.

“Kami semua pasti merasa kecewa karena tidak bisa lolos ke babak selanjutnya. Akan tetapi, saya rasa baik saya dan seluruh skuat tim ini bisa sedikit merasa bangga dengan kemenangan yang kami raih atas Jerman,” tambah pemain berusia 25 tahun itu.

Tambahan dua gol ini membuat koleksi Son menjadi tiga gol di ajang Piala Dunia. Empat tahun lalu ia sukses mencetak satu gol untuk negaranya di Brasil saat Korea mengakui keunggulan dari Aljazair dengan skor 4-2.

Pemain kelahiran Chuncheon itu telah lama mengenal sepakbola Eropa. Saat berusia 16 tahun ia telah masuk ke akademi klub asal Jerman, Hamburg SV. Usai tiga musim memperkuat tim utama Hamburg, Son memutuskan untuk hijrah dan bergabung dengan Bayer Leverkusen pada tahun 2013 lalu.

Performa impresif Son bersama Leverkusen mampu menarik minat dari klub Premier League, Tottenham Hotspur. Spurs akhirnya memutuskan untuk memboyong Son ke London pada tahun 2015. Musim lalu Son mencatatkan salah satu musim terbaiknya bersama dengan Spurs. Tampil dalam 52 pertandingan, ia sukses menorehkan 18 gol untuk Spurs di semua kompetisi.

Beberapa waktu ini berhembus kabar bahwa manajer Manchester United, Jose Mourinho tertarik untuk memboyong Son ke Old Trafford. Jika Son sampai bergabung ke United, maka dirinya akan mengikuti jejak seniornya di Korea Selatan yakni Park Ji-Sung. Seperti diketahui, Park sukses meraih banyak kesuksesan selama memperkuat The Red Devils selama tujuh musim. Bahkan Park Ji-Sung disebut-sebut sebagai pemain tersukses Korea yang pernah ada dalam sejarah.

Navas Ingin Pensiun di Madrid

Navas Ingin Pensiun di Madrid

Kiper utama Real Madrid, Keylor Navas mengapungkan harapannya untuk bisa mengakhiri karier profesionalnya sebagai pemain Real Madrid. Pernyataan ini seperti penegasan dari Navas bahwa dirinya akan bertahan bersama dengan Madrid seiring dengan banyaknya rumor yang beredar di luar sana.

Real Madrid memboyong Navas pada tahun 2014 lalu dari klub Levante. Los Merengues memutuskan untuk membawa Navas ke Santiago Bernabeu setelah sang pemain tampil mengesankan bersama dengan tim nasional Kosta Rika di ajang Piala Dunia 2014 Brasil.

Saat Madrid memboyong dirinya, tak sedikit pihak yang meragukan akan kemampuan Navas untuk bisa bersaing memperebutkan posisi sebagai kiper nomor satu di El Real. Namun Navas berhasil menjawab semua keraguan yang ditujukan kepadanya dengan performa gemilang. Bahkan ia disebut-sebut sebagai salah satu kiper terbaik untuk saat ini.

Navas juga menjadi salah satu faktor penting kunci keberhasilan Madrid meraih tiga gelar Liga Champions dalam kurun waktu 3 tahun terakhir. Melihat kontribusi yang diberikan oleh Navas, kini banyak pendukung dari Los Blancos yang memberikan dukungan kepada dirinya.

Melihat semua dukungan yang diberikan oleh pendukung Madrid kepada dirinya, Navas berjanji untuk terus setia membela Los Blancos. Bahkan ia bertekad untuk bisa mengakhir kariernya bersama dengan pemenang 13 gelar juara Liga Champions tersebut.

“Saya sangat berterima kasih dengan semua dukungan yang telah saya dapatkan selama ini. Itu benar-benar hal yang sangat luar biasa bagi saya,” ucap Navas.

“Saya selalu termotivasi dalam setiap pertandingan karena teriakan dukungan yang selalu fans kami berikan di belakang saya. Selain itu ketika di luar lapangan banyak orang yang bertemu dan menghampiri saya untuk meminta saya tetap bertahan disini,” sambungnya.

“Saat ini saya masih berstatus sebagai pemain Real Madrid dan memiliki kontrak yang mengikat saya hingga tahun 2020 mendatang. Saya selalu berkomitmen untuk bertahan di klub ini dan jika Tuhan mengizinkan, saya ingin menutup karier profesional saya bersama dengan klub ini,” pungkas kiper berusia 31 tahun tersebut.

City Saingi Barca Dapatkan Bintang Ajax

City Saingi Barca Dapatkan Bintang Ajax

Pep Guardiola kabarnya meminta klubnya Manchester City untuk bersaing dengan mantan klubnya, Barcelona dalam usaha mendapatkan jasa pemain muda milik Ajax Amsterdam, Frenkie De Jong. Untuk bisa membujuk Ajax melepaskan De Jong ke Etihad Stadium pada bursa transfer musim panas ini, pihak The Citizen kabarnya siap mengeluarkan dana segar sebesar 25 juta Euro atau setara dengan 407 miliar jika di rupiahkan.

Perwakilan City juga disebut-sebut telah melakukan pertemuan dengan agen sang pemain untuk membahas kemungkinan bergabungnya De Jong bersama dengan City. Nama De jong diyakini telah beberapa musim terakhir masuk ke daftar pemain yang ingin direkrut oleh Guardiola.

Meski demikian, keinginan City untuk bisa mendapatkan De Jong dipastikan tidak akan berjalan dengan mudah karena mereka harus bersaing dengan Barcelona. Klub asal Spanyol itu bahkan yakin bahwa mereka akan mampu membawa pemain berusia 21 tahun itu ke Camp Nou pada musim depan.

Ketertarikan kedua klub tersebut terhadap De Jong memang terlihat wajar mengingat performa yang ditampilkan oleh De Jong bersama dengan Ajax selama ini. Meski saat ini masih berusia sangat muda, namun dirinya telah menjadi salah satu pemain kunci untuk Ajax.

Jika City memang ingin mendapatkan tanda tangan De Jong pada bursa transfer musim panas ini, maka mereka diharuskan bergerak cepat dan siap untuk memenuhi tuntutan harga yang akan diminta oleh Ajax. Jika tidak, bukan tidak mungkin sang pemain akan lebih memilih untuk bergabung bersama dengan Barcelona ataupun tim lain yang juga sangat berminat untuk bisa mengamankan jasanya pada musim kompetisi 2018-2019 ini.

Performa Jeblok Messi Karena Skuat Argentina

Performa Jeblok Messi Karena Skuat Argentina

Bagaikan langit dan bumi. Mungkin itulah perbandingan dari performa yang ditunjukkan oleh dua pemain terbaik di dunia saat ini di ajang Piala Dunia 2018 ini. Kedua pemain yang dimaksud tentu saja Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi.

Meredupnya sinar mega bintang milik Barcelona itu diyakini karena masalah yang ada di dalam skuat Argentina. Sehingga kemampuan terbaik dari Messi seakan terbatasi jika tampil bersama dengan Argentina.

Pendapat ini langsung keluar dari mulut pelatih Argentina, Jorge Sampaoli usai timnya dihajar oleh Kroasia dalam laga kedua fase Grup D Piala Dunia 2018 dengan skor 3-0.

Dalam laga yang dilangsungkan di Stadion Nizhny Novgorod, Messi yang kembali dipercaya tampil penuh selama 90 menit hanya mampu mencatatkan kontribusi yang sangat minim di sepanjang pertandingan. Messi tercatat hanya berkontribusi dengan melepas satu tembakan, memberikan dua operan kunci, serta hanya melakukan 49 sentuhan bola.

Dalam dua laga yang telah dilalui oleh Messi bersama dengan Argentina di Piala Dunia kali ini, pemain yang telah mengoleksi lima trofi pemain terbaik dunia itu belum sekalipun mencatatkan namanya di papan skor. Sorotan tajam semakin diarahkan kepada Messi mengingat ia juga gagal mengeksekusi tendangan penalti dalam laga pertama melawan Islandia lalu yang membuat Argentina harus puas mengakhiri laga dengan skor imbang 1-1.

Performa Messi sangat tertinggal dari Ronaldo yang dalam dua laga pertama bersama Portugal telah mencatatkan empat gol dan membawa timnya mengumpulkan empat poin dari dua laga awal. Saat ini Ronaldo juga berstatus sebagai top skor sementara dengan torehan empat gol tersebut.

Jika melihat dari skuat yang dimiliki Argentina saat ini, banyak nama-nama pemain bintang yang menghiasi tim tersebut. Sebut saja Sergio Aguero, Gonzalo Higuain, Paulo Dybala, hingga Angel Di Maria. Meski demikian, pemain-pemain tersebut terlihat gagal bersatu menjadi sebuah tim yang solid dalam pertandingan.

“Ronaldo merupakan salah satu pemain terbaik yang pernah ada. Semua itu bisa kita lihat dari apa yang telah ia raih selama kariernya. Namun saya kira untuk saat ini kita tidak bisa membandingkan antara dirinya dengan Messi,” ucap Sampaoli.

“Apa yang dicapai oleh skuat Argentina seperti menutupi semua hal cemerlang yang telah ditorehkan oleh Messi sebelumnya. Messi terlihat sangat kesulitan karena skuat tidak mampu bersatu dengan dirinya seperti apa yang seharusnya bisa kami tampilkan. Sebagai pelatih, hal itu memang harus selalu kami hadapi,” tambahnya.

“Saya selalu berusaha memberikan yang terbaik dengan mencari posisi terbaik untuk semua pemain yang saya miliki di skuat. Namun saya kira kami belum mampu menemukan cara untuk menghubungkan tim ini sehingga akan menguntungkan baik bagi Argentina maupun Messi,” tegasnya.

Kekalahan telak dari Kroasia ini membuat posisi Argentina sangat mengkhawatirkan untuk bisa lolos ke babak selanjutnya. Selain dituntut harus meraih kemenangan di laga terakhir nanti, Lionel Messi cs juga harus menunggu hasil pertandingan lain yang melibatkan Nigeria dan Islandia.

Uruguay vs Rusia : Kans Rusia Juarai Grup

Uruguay vs Rusia : Kans Rusia Juarai Grup

Baik Rusia dan Uruguay akan saling bentrok dalam laga terakhir mereka di babak fase Grup A Piala Dunia 2018 pukul 21.00 WIB nanti malam.

Pertandingan yang akan berlangsung di Samara sejatinya tidak lagi penting bagi kedua tim karena sama-sama telah memastikan kelolosan ke babak selanjutnya. Laga nanti malam seolah hanya sebatas formalitas saja.

Rusia yang sempat diragukan sebelum turnamen dimulai tampil begitu impresif dengan meraih dua kemenangan meyakinkan saat membantai Arab Saudi 5-0 dan juga membungkam Mesir dengan skor 3-1. Sementara Uruguay hanya mampu meraih kemenangan di dua laga melawan tim yang sama dengan skor identik 1-0.

Jelang laga ini, tuan rumah boleh sedikit optimis bakal mengakhiri babak fase grup sebagai juara grup. Selain performa yang tampak jauh lebih impresif, Rusia juga memegang rekor pertemuan apik ketika menghadapi Uruguay. Tercatat dalam delapan laga yang telah mempertemukan kedua tim ini, tim Beruang Merah tampil sangat mendominasi dengan berhasil meraih enam kemenangan selagi dua pertandingan lainya berakhir dengan satu hasil imbang dan satu kekalahan.

Penyerang Rusia, Fedor Smolov menegaskan timnya tetap akan fokus menghadapi laga nanti dan berambisi untuk bisa keluar sebagai juara grup A. Dalam pertandingan nanti Uruguay akan kehilangan salah satu pemain kuncinya yakni Jose Gimenez yang mengalami cedera paha.

“Kepercayaan diri kami terus meningkat seiring dengan hasil positif yang kami raih sejauh ini. Kami akan mencoba melaju ke babak selanjutnya dengan meraih poin maksimal di grup ini,” ujar Smolov.

“Gimenez akan melewatkan pertandingan ini, namun saya rasa hal tersebut tidak akan terlalu berpengaruh bagi mereka karena saya pikir mereka masih memiliki pemain-pemain yang memiliki kualitas sepadan untuk mengisi posisi tersebut. Kami tidak ingin mempedulikan hal tersebut karena itu merupakan masalah bagi pelatih Uruguay. Saat ini kami hanya akan fokus dengan tujuan kami,” tambahnya.

Pelatih tim nasional Uruguay, Oscar Tabarez mengakui bahwa saat ini timnya masih belum bisa mengeluarkan kemampuan terbaik mereka dalam dua laga yang telah mereka lakoni. Meski demikian, ia tetap meyakini bahwa tim ini akan terus membaik dan akan mampu meraih hasil yang bagus ke depannya.

“Saat ini kami belum mengeluarkan kemampuan terbaik yang bisa kami berikan. Akan tetapi, kami semua dalam kondisi tenang menyikapi mengenai masalah tersebut karena ini bukan yang pertama kali terjadi bagi kami. Sebelumnya kami juga telah melewati hal tersebut,” ucap Tabarez.

Jika melihat rekor pertemuan dan performa terkini kedua tim, maka tuan rumah Rusia pantas untuk lebih diunggulkan bisa memenangi duel kali ini.

Prediksi Skor : Uruguay 0-1 Rusia

Jerman Atasi Perlawanan Swedia

Jerman Atasi Perlawanan Swedia

Laga dramatis tersaji dalam laga antara Jerman melawan Swedia di pertandingan kedua Grup F Piala Dunia 2018. Dalam laga itu sang juara bertahan sukses keluar sebagai pemenang dengan skor tipis 2-1. Hasil itu membuat kedua tim akan menentukan kelolosan mereka di laga terakhir fase grup.

Bertandingan di Stadion Fisht, Jerman memang diharuskan meraih tiga angka penuh usai dalam pertandingan pertama ditaklukkan oleh Meksiko dengan skor tipis 1-0. Sementara Swedia menyambut laga ini dengan situasi lebih tenang usai berhasil mengamankan tiga angka penuh saat menaklukkan Korea Selatan di pertandingan pertama juga dengan skor identik 1-0.

Kemenangan Jerman ini diraih dengan susah payah setelah harus tertinggal terlebih dahulu dari lawannya. Selain itu, Die Mannschaft juga harus bermain dengan 10 pemain menjelang berakhirnya pertandingan usai kartu merah yang diterima oleh Jerome Boateng saat skor masih sama kuat 1-1.

Meski tampil dominan di sepanjang pertandingan, namun Jerman harus kebobolan terlebih dahulu setelah penyerang Swedia, Ola Toivonen sukses menaklukkan Manuel Neuer. Skor 1-0 ini bertahan hingga 45 menit babak pertama berakhir.

Memasuki babak kedua, Jerman langsung sukses menyamakan skor setelah pertandingan berjalan beberapa menit. Marco Reus menghidupkan kembali harapan Jerman untuk bisa memenangi laga dengan gol yang ia ciptakan.

Terus menggempur pertahanan Swedia untuk bisa mendapatkan gol kemenangan, Jerman malah harus dihadapkan dalam situasi sulit usai pemain belakang Jerome Boateng diusir dari lapangan menyusul pelanggaran di menit ke-82 yang berujung kartu kuning kedua untuknya.

Saat pertandingan sepertinya akan berakhir dengan skor imbang 1-1, gelandang Toni Kroos muncul sebagai pahlawan bagi negaranya lewat gol kemenangan di menit-menit terakhir pertandingan.

Kemenangan ini membuat asa Jerman untuk bisa melenggang ke babak 16 besar kembali terbuka. Jerman yang akan melakoni laga terakhir melawan Korea Selatan diharuskan untuk bisa memetik kemenangan dengan skor diatas dua gol atau lebih baik dari hasil yang diraih oleh Swedia. Hal sebaliknya juga berlaku bagi Swedia. Tim asal Skandinavia itu akan lolos jika berhasil mendapatkan hasil yang lebih baik dari Jerman di laga penentuan saat menghadapi Meksiko di laga terakhir fase grup F.

Kondisi Hummels Tanda Tanya Hadapi Swedia

Kondisi Hummels Tanda Tanya Hadapi Swedia

Tim nasional Jerman mendapatkan kabar buruk jelang menghadapi pertandingan penting melawan Swedia dalam laga kedua Grup F Piala Dunia 2018. Dituntut untuk bisa mengamankan tiga angka menghadapi Swedia, Jerman kemungkinan akan tampil tanpa salah satu pilar utama mereka di lini belakang yakni Mats Hummels.

Saat ini situasi tim pemenang gelar Piala Dunia 2014 itu memang sedang tidak menguntungkan. Hal itu menyusul kekahalan yang harus diderita oleh Jerman dalam laga perdana saat ditaklukkan oleh Meksiko dengan skor tipis 1-0.

Dalam persiapan menjelang laga menentukan menghadapi Swedia, Jerman malah harus terancam kehilangan Hummels karena pemain yang bersangkutan menderita cedera leher dalam sesi latihan tim.

Meski dirinya sempat menghadiri sesi tanya jawab bersama media, namun kondisi fisiknya terlihat belum cukup fit sehingga ia harus melewatkan sesi latihan terakhir bersama rekan-rekan setimnya.

Selain tidak tampak turun ke lapangan, bek milik Bayern Munich itu juga tidak terlihat berada di deretan staf Jerman yang berada di pinggir lapangan.

Jika Hummels memang harus absen dalam pertandingan menghadapi Swedia ini, maka itu akan menjadi salah satu kehilangan yang besar bagi lini belakang Jerman mengingat saat ini Hummels berstatus sebagai pilar utama bersama dengan Jerome Boateng di posisi bek tengah. Bek muda Jerman, Niklas Sule diyakini akan ditunjuk untuk mengisi posisi Hummels.

“Hummels mungkin harus melewatkan pertandingan kali ini karena ia mendapatkan sedikit masalah di bagian lehernya. Kondisi dirinya masih belum juga membaik sampai saat ini,” ujar Joachim Loew.

“Kami masih akan terus melihat kondisi dirinya sampai menit terakhir. Meski demikian, kami masih memiliki pemain lain yang siap dimainkan kapan pun dan kita akan lihat siapa yang akan bermain dalam pertandingan kali ini,” tambah pelatih tim nasional Jerman tersebut.

Saat menghadapi Meksiko performa Hummels terhitung cukup impresif. Tercatat ia sukses melepaskan satu tembakan. Selain itu ia juga sukses memberikan umpan sukses mencapai 95 persen dan hanya satu kali kehilangan bola.

Airmata Legenda Untuk Timnas Argentina

Airmata Legenda Untuk Timnas Argentina

Legenda hidup sepakbola Argentina, Diego Maradona datang langsung untuk menyaksikan penampilan negaranya saat berhadapan dengan Kroasia dalam laga kedua fase Grup D Piala Dunia 2018.

Maradona memang tersorot kamera berada di salah satu sudut tribun Nizhny Novgorod Stadium. Ini merupakan kedatangan kedua dirinya usai sebelumnya ia juga terlihat saat Argentina bertemu dengan Islandia di laga perdana. Namun kedatangan Maradona kali ini terlihat berbeda karena ia tampak menangis usai menyaksikan apa yang diraih oleh negaranya dalam pertandingan kali ini.

Maksud hati untuk melihat performa apik Argentina di atas lapangan, pahlawan Argentina saat meraih gelar juara Piala Dunia 1986 itu justru disajikan pertandingan horor karena harus secara langsung melihat negaranya dibantai oleh Kroasia dengan skor telak tiga gol tanpa balas.

Performa Argentina dalam pertandingan tersebut memang sangat jauh dari kata impresif. Meski mampu bermain imbang tanpa gol di 45 menit babak pertama, bencana bagi Argentina hadir di babak kedua usai gawang mereka yang dikawal oleh Willy Caballero dikoyak tiga kali oleh pemain Kroasia masing-masing melalui Ante Rebic, Luka Modric, dan Ivan Rakitic. Bahkan gol pembuka Kroasia terjadi akibat blunder fatal yang dilakukan oleh Caballero sendiri.

Melihat hal tersebut, Maradona seakan tidak bisa percaya bahwa Argentina yang memiliki skuat penuh bintang serta adanya Lionel Messi tidak berdaya dan harus menanggung malu dengan dipermalukan oleh Kroasia dalam laga kali ini. Dalam satu momen Maradona terlihat tak kuasa menahan air matanya dan tampak lesu terduduk di bangku penonton. Dalam momen itu juga terlihat adanya sosok disamping Maradona yang coba menenangkan dirinya dengan mengajak mantan pelatih Albiceleste itu untuk berbicara.

Legenda berusia 57 tahun itu diyakini menangis karena merasa sangat kecewa dengan performa yang ditampilkan oleh tim nasional Argentina dalam laga ini. Selain itu, dengan hasil ini tim nasional Argentina juga terancam akan tersingkir di babak fase grup mengingat dalam dua pertandingan awal mereka hanya mampu mengoleksi satu poin saja hasil dari 1 kali bermain imbang dan satu kali kekalahan.

Posisi Argentina saat ini memang berada di ujung tanduk untuk bisa lolos ke babak 16 besar. Selain dituntut untuk bisa mengamankan tiga poin penuh dalam laga terakhir melawan Nigeria, Argentina juga harus berharap dengan hasil pertandingan lainnya dari Islandia dan Nigeria. Mereka harus berharap agar Islandia meraih hasil minor dalam dua pertandingan melawan Nigeria dan juga Kroasia yang telah memastikan diri lolos ke babak 16 besar menyusul kemenangan mereka atas Argentina.

Strategi Jepang Berhasil Taklukkan Kolombia

Akira Nishino Merupakan Pelatih tim nasional Jepang ini mengungkapkan Strategi timnas
jepang untuk mengalahkan timnas kolombia, strategi yang sudah di persiapkan oleh
timnas jepang ini akhirnya membuahkan hasil di babak penyisihan grouh H piala dunia
2018.

timnas jepang menang dari kolombia dengan skor 2-1 yang di gelar di stadion mordovia,
timnas jepang bergerak cepat dan langsung unggul dengan cepat di babak awal
pertandingan setelah timnas kolombia harus kehilangan 1 pemain akibat melakukan
pelanggaran dan mendapatkan kartu merah, Carlos sanches.

pelatih jepang mengatakan di saat jeda pertandingan, jika timnas jepang mampu menjaga
aliran bola dengan baik dan menguras stamina pemain lawan, pemain timnas jepang dari
awal sudah sangat agresif dan dia berpikir ini adalah peluang yang bagus untuk timnas
jepang dan strategi yang di siapkan akan berjalan dengan baik.

Akira Nishino juga menambahkan kalau kemenangan yang berhasil di raih timnas jepang
ini tidak membuat timnas jepang senang berlebihan, karena ini baru saja satu
kemenangan dengan total 3 poin dan mereka akan menyimpan kenangan selebrasi
tersebut.

Di laga selanjutnya timnas jepang akan menghadapi timnas senegal pada babak
penyisihan, laga tersebut akan di gelar pada hari minggu 24-06-2018. kedua timnas
tersebut masing-masing mempunyai 3 point, dalam laga ini siapa pun yang memenangkan
pertandingan ini, makan mempunyai kesempatan selangkah lagi menuju babak 16 besar.