Giroud Pastikan Chelsea Ke 32 Besar Liga Eropa

Wakil Premier League, Chelsea sukses menggenggam satu tiket ke babak 32 besar Europa League musim ini setelah dini hari tadi sukses meraih kemenangan tipis atas BATE Borisov. Gol kemenangan The Blues dilesakkan oleh mantan penyerang Arsenal, Olivier Giroud.

Manajer Chelsea, Maurizio Sarri melakukan rotasi di skuatnya dengan memainkan Giroud di lini depan. Sementara di lini tengah, Ruben Loftus-Cheek dan Ross Barkley kembali menjadi starter. Perombakan terbesar terjadi di lini belakang dengan mempercayakan kuartet Davide Zappacosta, Emerson, Gary Cahill, dan Andreas Christensen untuk mengisi posisi tersebut.

Chelsea langsung mendominasi pertandingan dengan keunggulan ball possesion berkat permainan umpan-umpan pendek yang mereka peragakan. Akan tetapi, mereka masih sulit untuk bisa membongkar lini belakang BATE.

Tak ingin malu di hadapan pendukung mereka sendiri, BATE membalas dengan sebuah serangan mengejutkan. Dzmitry Baha melepaskan tembakan keras dari jarak 20 meter ke gawang Kepa Arrizabalaga. Beruntung, tembakan pemain BATE tersebut hanya membentur mistar gawang Chelsea.

Setelah peluang tersebut, kedua tim semakin bersemangat melancarkan serangan ke lini belakang masing-masing tim. Namun, hingga berakhirnya 45 menit pertama tak ada satupun gol yang berhasil diciptakan oleh kedua tim.

Di awal babak kedua Chelsea langsung membuka skor melalui tandukan Giroud. Gol ini berawal dari umpan silang yang dilepaskan oleh Emerson dari sisi kiri penyerangan Chelsea. Sundulan penyerang asal Prancis itu melaju mulus ke gawang BATE. Skor 1-0 untuk keunggulan Chelsea.

Setelah gol itu, Chelsea semakin bersemangat untuk mencari gol tambahan. Meski terus mengurung lini belakang BATE, namun Chelsea kesulitan untuk menembus rapatnya pertahanan yang digalang oleh pemain-pemain BATE.

Untuk menambah ketajaman timnya, Sarri melakukan sejumlah pergantian dengan memasukkan Willian dan Mateo Kovacic untuk menggantikan posisi dari Eden Hazard serta Loftus-Cheek.

Meski kedua tim tetap berusaha mengincar gol tambahan, namun hingga pertandingan berakhir tak ada lagi gol yang tercipta. Tambahan tiga poin ini memastikan Chelsea melenggang ke babak 32 besar dengan mearih poin sempurna dari empat pertandingan pertama Europa League.

Laga Sengit Napoli Lawan PSG Berakhir Tanpa Pemenang

Laga seru yang mempertemukan Napoli dan PSG di San Paolo dalam lanjutan pertandingan Liga Champions matchday keempat Grup C berakhir imbang dengan skor 1-1.

Napoli sejatinya tampil impresif di depan pendukung mereka sendiri dengan deretan peluang yang berhasil mereka kreasikan di depan gawang PSG. Namun, tim tamu justru mampu unggul terlebih dahulu melalui gol yang mereka dapatkan di waktu tambahan di babak pertama.

Di babak kedua tuan rumah sukses menyamakan skor lewat hadiah penalti yang mereka dapatkan. Skor imbang ini akhirnya menutup jalannya 90 menit pertandingan kedua tim.

Kedua tim langsung tampil menekan sejak pertandingan dimulai. Namun lemahnya penyelesaian akhir dan kokohnya lini belakang kedua tim membuat keduanya kesulitan untuk memecah kebuntuan. Gol akhirnya lahir di menit-menit akhir pertandingan babak pertama setelah fullback PSG, Juan Bernat sukses menuntaskan umpan matang yang diberikan oleh Kylian Mbappe di kotak penalti Napoli. Gol ini sekaligus mengakhiri jalannya pertandingan babak pertama.

Memasuki babak kedua, tuan rumah meningkatkan intensitas serangan untuk mengejar ketertinggalan. Tercatat Napoli sukses melepaskan 20 tembakan dimana empat diantaranya sukses menemui sasaran.

Meski mendapatkan banyak peluang untuk mencetak gol, namun tuan rumah baru bisa menyamakan skor melalui eksekusi penalti dari Lorenzo Insigne di menit ke-62. Hadiah tendangan 12 pas ini diberikan oleh Wasit setelah winger Napoli, Jose Callejon dilanggar oleh Gianluigi Buffon. Skor 1-1 ini bertahan hingga 90 menit pertandingan berakhir.

Tambahan satu poin ini membuat Napoli sukses menempel ketat Liverpool di klasemen sementara Grup C dengan raihan enam poin. Hal ini tak lepas dari hasil mengejutkan yang diraih oleh Liverpool di kandang Red Star Belgrade. Dalam pertandingan itu, The Reds tumbang dengan skor 0-2.

Sementara tambahan satu poin bagi PSG ini belum mengangkat posisi mereka di peringkat tiga klasemen sementara dengan raihan 5 poin. Melihat ketatnya persaingan di grup ini, maka diyakini dua pertandingan sisa bagi masing-masing tim akan berjalan dengan sangat sengit.

Ancelotti Sebut Laga Lawan PSG Akan Krusial Untuk Kedua Tim

Napoli akan kedatangan Paris Saint-Germain dalam lanjutan laga Liga Champions tengah pekan ini di matchday keempat Grup C di Stadion San Paolo. jelang pertandingan tersebut, pelatih Napoli, Carlo Ancelotti mengaku bahwa pertandingan nanti akan sangat krusial bagi kedua tim.

Ancelotti menilai bahwa tim manapun yang mampu meraup tiga angka penuh di pertandingan itu akan mampu melanggeng ke babak 16 besar. Meski di leg pertama mampu menahan imbang PSG di Paris, namun Ancelotti mengaku bahwa kans timnya untuk bisa meraih kemenangan di pertandingan nanti tidaklah terlalu besar.

Mantan pelatih PSG itu mengakui bahwa PSG saat ini memiliki pemain-pemain yang dapat mengubah hasil sebuah pertandingan secara individu sementara timnya tidak memiliki pemain seperti itu.

Satu-satunya cara Napoli untuk bisa meraih kemenangan menurut Ancelotti adalah tampil secara sempurna di pertandingan nanti. Tanpa hal itu, pelatih asal Italia itu mengaku akan sangat sulit bagi timnya untuk bisa menjungkalkan tim besutan Thomas Tuchel tersebut di San Paolo.

“Ini merupakan pertandingan yang sangat penting karena dapat menjadi penentu perjalanan kedua tim di Liga Champions musim ini. Kami berada di grup yang sangat sulit dimana terdapat PSG dan Liverpool. Jadi hasil nanti akan menentukan perjalanan kami di kompetisi ini dan saya kira hal tersebut juga berlaku untuk PSG saat ini,” ujar Ancelotti.

“Kami memerlukan performa tim yang sempurna untuk bisa mendapatkan tiga poin penuh. Kerjasama tim sangat kami butuhkan karena skuat kami tidak memiliki pemain-pemain luar biasa seperti yang ada di skuat PSG untuk saat ini,” tutup pelatih yang sukses meraih gelar Liga Champions bersama dengan AC Milan dan Real Madrid tersebut.

Gary Cahill Dibidik Klub Turki

Bek gaek milik Chelsea, Gary Cahill kabarnya menjadi salah satu pemain yang diincar oleh klub raksasa dari Turki yakni Galatasaray. Transfer ini akan coba diwujudkan oleh Galatasaray saat bursa transfer musim dingin resmi dibuka bulan Januari nanti.

Chelsea merekrut Cahill pada tahun 2011 silam dari Bolton Wanderers. Selama berkostum The Blues, pemain berusia 32 tahun itu tercatat telah tampil dalam 285 pertandingan di seluruh kompetisi. Meski sebelumnya selalu menjadi pilihan utama di jantung pertahanan Chelsea, kini posisi Cahill terlihat sudah mulai tergeser musim ini. Dibawah arahan Maurizio Sarri, Cahill saat ini baru tampil dalam tiga pertandingan dan hanya mencatatkan satu pertandingan di ajang Premier League saat ini.

Kontrak Cahill sendiri akan segera berakhir musim panas tahun depan. Jadi jika tidak ingin kehilangan sang pemain dengan status bebas transfer, maka Chelsea bisa melegonya ke klub lain bulan Januari nanti. Kemungkinan hengkangnya Cahill ini bahkan sempat dikonfirmasikan langsung oleh sang pemain. Ia sempat mengakui bahwa dirinya mungkin saja akan angkat kaki dari Stamford Bridge di awal tahun 2019 mendatang.

Melihat situasi Cahill tersebut, Galatasaray ingin memanfaatkannya untuk bisa memboyong dirinya ke kompetisi Liga Turki. Dengan kemampuan dan pengalaman Cahill selama memperkuat Chelsea, dirinya diharapkan akan bisa membangun tembok kokoh di lini belakang Galatasaray nantinya.

Meski telah menunjukkan minat serius untuk bisa memboyong Cahill ke Turki, namun langkah Galatasaray diyakini tidak akan berjalan dengan mudah. Pasalnya, West Ham United juga siap bersaing untuk bisa mendapatkan tanda tangan pemain asal Inggris tersebut. Selain menawarkan Cahill untuk terus berkompetisi di ajang Premier League, The Hammers sepertinya juga akan memberikan garansi satu tempat utama bagi Cahill andai sang bek tengah bersedia untuk memperkuat tim asal London itu musim dingin nanti.

Debut Solari Berjalan Manis

Real Madrid berhasil bangkit dari kekalahan memalukan yang diterima dari Barcelona akhir pekan lalu di ajang La Liga. Tampil di leg pertama melawan Melila di ajang Copa del Rey, Madrid berhasil menyegel kemenangan dengan skor telak 4-0.

Tampil di Estadio Alvarez Claro, Madrid tampil mendominasi sejak pertandingan di mulai. Sejumlah peluang emas langsung didapatkan oleh Madrid untuk bisa membuka keunggulan.

Namun, peluang-peluang yang didapat oleh Karim Benzema, Vinicius Junior, dan Dani Ceballos belum ada satupun yang membuahkan hasil. Gol pembuka baru hadir di menit ke-29 setelah Benzema sukses menuntaskan peluang yang ia dapatkan.

Memasuki menit-menit akhir babak pertama, Madrid sukses menggandakan keunggulan mereka setelah Marco Asensio sukses mencetak gol kedua Madrid. Skor 2-0 ini bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Madrid sama sekali tidak mengurangi tempo permainan dan terus menekan lini belakang Melila. Setelah beberapa peluang terbuang sia-sia, gol ketiga Madrid akhirnya hadir setelah Alvaro Odriozola sukses mencatatkan namanya di papan skor.

Menjelang pertandingan berakhir, pemain muda Madrid, Cristo Gonzalez sukses memberikan gol keempat kepada timnya. Usai gol tersebut tak ada lagi gol tambahan yang tercipta hingga peluit panjang dibunyikan.

Skor 4-0 ini tentu menjadi modal yang sangat baik bagi Madrid untuk melakoni pertandingan leg kedua nanti. Apalagi leg kedua nanti akan dihelat di markas Madrid yakni Santiago Bernabeu.

Hasil manis ini juga sekaligus menjadi awal perjalanan karir Santiago Solari sebagai manajer Real Madrid. Ya, dirinya memang baru saja ditunjuk sebagai manajer sementara Madrid usai pihak klub memutuskan untuk memecat Julen Lopetegui menyusul rentetan hasil minor yang diterima Los Merengues sepanjang bulan lalu.